Breaking News:

Berita NTT

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Luncurkan Komododata

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT melaunching aplikasi Komododata.id dalam kegiatan Temu Responden 2021 dan Talkshow Pariwisata

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Pose bersama 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT melaunching aplikasi Komododata.id dalam kegiatan Temu Responden 2021 dan Talkshow Pariwisata yang digelar Rabu, 17 November 2021

Kegiatan ini bertema Reviving Super Priority Tourism Destination (DPSP) and MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) Post Covid-19 : Perspective for East Nusa Tenggara.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan, Komododata.id merupakan sebuah platform online database internal terintegrasi sebagai sarana penyimpanan dan pengolahan data informasi secara lengkap, terstruktur, komperhensif dan tentunya validitasnya bisa dijamin untuk mendukung kegiatan advisoring dan juga kajian yang dilakukan Bank Indonesia

Dia melanjutkan, tujuan BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah sehingga ada dua hal yang dilakukan, yang pertama menjaga harga barang dan jasa melalui inflasi dan yang kedua adalah nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing atau yang disebut kurs.

Baca juga: Lowongan Kerja Bank Indonesia Juli 2021 Bagi lulusa S1 dan S2, Syarat Jadwal dan Cara Lamar

"Hal ini tentu dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat, berkelanjutan dan juga tentunya kita menjaga nilai inflasi yang rendah dan stabil karena kalau inflasinya naik turun itu juga tidak kondusif buat perekonomian kita," kata Nyoman.

"Demi mencapai tujuan itu tentu Bank Indonesia melakukan beberapa kegiatan terutama di daerah. Kami di daerah ini ada fungsi advisoring kepada pemerintah daerah. Jadi menyusul rekomendasi pengembangan kebijakan keuangan daerah terutama dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi yang saat ini kita kena pandemi," lanjutnya.

Dijelaskan Nyoman, pandemi menimbulkan dampak yang luar biasa tidak saja dari sisi kesehatan tapi juga dari sisi ekonomi termasuk NTT juga kena dampaknya. Aktivitas ekonomi tertahan karena dilakukan pembatasan aktivitas, work from home sehingga semuanya dilakukan dari rumah. 

 "Mungkin 2019 kita belum mengenal zoom atau meeting secara virtual tetapi dengan pandemi ini dipaksa kita harus tahu," ujarnya.

Lanjut Nyoman, banyak peluang usaha dengan sektor produktif terkena dampak pandemi ini. Salah satu sektor yang sangat terdampak adalah pariwisata. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved