Breaking News:

Berita Belu

Guru Pakai Strategi Bimbingan Kelompok Bagi Siswa Kelas Rendah

Para guru kelas di Sekolah Dasar (SD) menggunakan strategi dan trik khusus dalam membimbing siswa kelas rendah

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Para guru kelas di Sekolah Dasar (SD) menggunakan strategi dan trik khusus dalam membimbing siswa kelas rendah yang belum mampu baca, tulis dan hitung (balistung).

Hal ini disampaikan guru kelas I SD St. Yosep Atambua 1, Francisca Casrini Bria, S.Pd kepada Pos Kupang. Com, saat ditemui, Rabu 17 November 2021.

Kata Fransisca, kemampuan siswa di sekolahnya dalam hal baca, tulis dan hitung sekitar 50 persen. 

"Menurut saya pribadi 50 persen saja karena orang tua yang membantu kami mengajarkan anak-anak punya kesibukan. Di saat mereka pergi kerja, malam baru mereka membantu anak belajar", kata Fransica. 

Ada siswa yang sudah lincah menghafal dan juga mengenal huruf-huruf dengan baik dan ada juga siswa yang hanya mampu menghafal tetapi mereka belum memahami betul bentuk bentuk hurufnya. 

Memang mereka menghafal abjab tetapi mereka belum memahami betul bentuk-bentuk hurufnya sehingga perlu dibimbing terus menerus", tambahnya. 

Menurut Fransisca, untuk meningkatkan kemampuan anak dalam membaca, menulis dan berhitung, guru membimbing secara kelompok. 

"Guru mengajarkan penulisan abjad A sampai Z. Abjad ini harus anak anak ketahui lebih dulu.  Belajar membaca dua dua huruf. Kemudian lanjut membaca suku kata sampai pada kalimat. Kalau anak-anak sudah bisa membaca abjad, suku kata dan kalimat maka otomatis anak anak bisa dengan sendirinya membaca", jelas Francisca. 

Terpisah, Filomena Radegunda Un S. Pd mengatakan, dari hasil pengamatannya, ada anak-anak yang sudah mampu membaca, menulis dan berhitung. Tapi ada juga anak-anak yang belum memahami secara baik. 

Kiat yang dilakukan guru adalah belajar kelompok. Anak-anak yang sudah mampu membaca, menulis dan berhitung bisa membimbing teman yang lain. 

"Caranya, teman yang sudah bisa menghafal huruf dengan cepat bisa membantu teman yang lain. Kita pakai cara begitu karena di sekolah ini sistem shif dan guru tidak bisa membimbing satu per satu", ungkap Filomena. (*) 

Baca Berita Belu Lainnya
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved