Breaking News:

Asprov PSSI NTT Coret Flores Timur Tidak Boleh Ikut Kongres, Dasarnya Apa

Alasannya karena mandat peserta kongres yang dikeluarkan oleh Askab PSSI Flotim cacat hukum.

Editor: Sipri Seko
pos kupang.com, feliks janggu
Sekjen Asprov PSSI NTT, Drs. Lambertus Ara Tukan, MM 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Asprov PSSI NTT mencoret keikutsertaan Askab PSSI Flores Timur (Flotim) dalam Kongres Biasa Asprov PSSI NTT yang rencananya akan digelar di Kupang, Alasannya karena mandat peserta kongres yang dikeluarkan oleh Askab PSSI Flotim cacat hukum.

Sekretaris Asprov PSSI NTT, Drs. Lambertus Ara Tukan, MM yang dihubungi, Senin (15/11) mengatakan, SK mandat Flotim tidak sah.

"Yang tanda tangan SK ketua dan wakil sekretaris. Masalahnya ada di wakil sekretaris ini. Namanya tidak ada dalam SK kepengurusan Askab Flotim yang dikeluarkan oleh Asprov PSSI NTT. Dengan demikian, maka mandat mereka dinyatakan tidak sah," kata Lambertus dalam rapat Komite Pemilihan beberapa waktu lalu.

Lambertus mengatakan, pihaknya sudah memberikan waktu kepada Askab PSSI Flotim untuk merubah SK tersebut, namun hingga waktu penutupan memasukan mandat selesai, hal itu tidak dilakukan. Dengan demikian, ujarnya, Askab Flotim dinyatakan tidak akan memilih hak suara saat kongres nanti.

"Kami sudah kasih waktu tapi tidak dilakukan Flotim. Dengan demikian, mereka nanti tidak ada hak suara di kongres. Di kongres nanti hanya akan ada 22 suara, yakni dari 21 askab dan satu asosiasi, yakni futsal," kata Lembertus.

Lambertus mengatakan, Flotim tidak memiliki niat untuk mengganti mandat tersebut. "Kesannya kami sengaja menggugurkan orang. Itu bukan maksud kami. Maksud saya adalah mereka harus menghormati asprov sehingga kami diberitahu," ujarnya.

Ketua Askab PSSI Flotim, Yosep Tua Dollu yang dihubungi dari Kupang mengaku tidak tahu kalau mandatnya salah. Dia mempertanyakan dasar dari Asprov PSSI NTT menolak mandat dari Askab Flores Timur.

"Salahnya dimana? Mandat tersebut sesuai format yang dikirim oleh Asprov PSSI NTT. Kalau salah apa pendasarannya? Apakah statuta asprov mengatur soal benar dan tidak benarnya sebuah surat mandat? Kalau ada ditunjukan pada bab, pasal dan ayatnya," kata Yosep.

Terkait mandat yang disebut cacat hukum karena tidak ditandatangani oleh wakil sekretaris yang namanya tidak ada dalam SK Asprov PSSI NTT, Yosep mengatakan, hal itu adalah alasan yang tidak mendasar. "Saya pikir ini mengada-ada. Ada apa ini. Apakah pergantian antar-waktu pengurus askab/askot atau anggota Asprov PSSI NTT juga diatur dalam statuta Asprov PSSI NTT? Saya pikit janganlah aturan itu dibuat sesuai kemauan sendiri dan tidak berdasarkan ketentuan organisasi," tegas Yosep.

Yosep mengatakan, SK perubahan pengurus, yakni pergantian wakil sekretaris itu sudah disampaikan ke Asprov PSSI NTT. "Wakil sekretaris yang ada dalam SK Asprov PSSI NTT mengundurkan diri. Kami kemudian lakukan rapat dan menetapkan penggantinya. Dan, SK pergantian itu kami sudah kirim ke asprov," kata Yosep.

Untuk diketahui, Asprov PSSI NTT akan menggelar kongres pada 4 Desember 2021. Salah satu agenda utama dalam kongres ini adalah pemilihan pengurus Asprov PSSI NTT peroide 2021- 2025. Di masa pendaftaran, tiga nama diusulkan oleh askab/askot untuk dipilih sebagai ketua, yakni Fary Francis, Petrus Ch Mboeik dan Lambertus Ara Tukan.

Namun Lambertus Ara Tukan yang hanya mendapat satu usulan, yakni dari Askab PSSI Manggarai akhirnya memilih mengundurukan diri. Dengan demikian, dalam kongres nanti, akan dipilih dua calon ketua, dua calon wakil ketua dan 14 anggota exco. **

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved