Breaking News:

Berita NTT

Gedung Kopdit Swasti Sari Kupang Kota Mulai Difungsikan

Setelah menjalani renovasi selama delapan bulan, Gedung Kopdit Swasti Sari  Cabang Kupang Kota, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) mulai digunakan

Penulis: Paul Burin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/PAUL BURIN
JAGA KOPDIT - GM Yohanes Sason Helan berbicara usai pemberkatan gedung Kopdit Swasti Sari Cabang Kota Kupang, Jumat, 12 November 2021 malam 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Setelah menjalani renovasi selama delapan bulan, Gedung Kopdit Swasti Sari  Cabang Kupang Kota, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) mulai digunakan kembali, ditandai dengan pemberkatan gedung oleh Romo Ambros Ladjar, Pr, Jumat, 12 November 2021 malam.

Pemberkatan dihadiri oleh pengurus, pengawas,  General Manager (GM)  Yohanes Sason Helan, karyawan dan undangan.

Ketika memberi sambutan GM Yohanes mengatakan  bahwa pemberkatan ini menandai aktivitas kembali seluruh karyawan dan transaksi oleh  anggota Kopdit Cabang Kupang Kota.

Karena itu, kepada anggota boleh mendatangi kantor yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Walikota, Kupang, ini untuk melakukan aktivitas sebagaimana biasa.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada anggota yang mengalami kesulitan bertransaksi di Kantor Cabang Kupang Kota ini.  Juga kepada warga di sekitarnya yang merasa terganggu atas kegiatan renovasi gedung ini.

Baca juga: Dekatkan Pelayanan kepada Anggota, Kopdit Swasti Sari Buka Kantor Kas di Mataloko-Ngada

Yohanes menyebut,  renovasi ini menelan biaya sebesar Rp 2,8 miliar. Sebuah nilai yang tak kecil. " Gedung ini dapat bertahan sampai 40 tahun ke depan," kata lelaki Kelahiran Desa Bukit Seburi, Adonara Barat, Flores Timur ini. 

Renovasi ini akibat  terpaan Badai Seroja pada bulan April lalu. Badai ini memorakporandakan Kota Kupang dan seluruh daratan Pulau Timor.  Dana renovasi kata dia,  bersumber dari Kopdit itu milik seluruh anggota yang rata-rata datang menyimpan uangnya menggunakan sandal jepit bahkan ada yang tak mengenakan sandal alias bertelanjang kaki.  Karena itu Yohanes berpesan agar karyawan dapat merefleksikan kondisi riil ini dengan  bekerja yang benar. Melayani anggota  secara profesional. Sebaliknya, jangan "mencubit" dana milik anggota karena akan merongrong lembaga yang sudah dibangun dengan susah payah selama 34 tahun ini. 

Sedangkan Sekretaris Pengurus Kopdit Swasti Sari, Fransiskus Rahas   mengajak karyawan dan anggota untuk menjaga koperasi ini. Tak terbayangkan koperasi telah berkembang dengan pesat. Ini merupakan simbol kekuatan demokrasi ekonomi dan sekaligus membasmi rentenir dan kaum liberalis. "Hanya dengan koperasi kita dapat membasmi  para rentenir. Tak ada yang membayangkan bahwa aset dan kekuatan modal kopdit ini telah berkembang dengan pesat," katanya. 

Sedangkan Pendeta Rony Wawaruntu, S.Th yang membawakan renungan pada ibadat pemberkatan gedung ini mengatakan bahwa  kuasa Tuhan akan selalu menuntun dan membimbing anggota dan manajemen koperasi untuk terus maju membangun sebuah peradaban. "Tekunlah selalu dalam doa dan pengharapan maka tak ada yang mustahil," katanya. (pol)

Baca Berita NTT Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved