Senin, 13 April 2026

Berita Manggarai Timur

Bupati Agas Andreas Gencar Promosikan Kopi Colol Untuk Dunia

Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH., M.Hum, membuka kegiatan Workshop Kopi Nusa Tenggara Timur di Hotel Revayah Ruteng

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Bupati Agas saat melihat kopi Colol di sela kegiatan Workshop Kopi Nusa Tenggara Timur di Hotel Revayah Ruteng, Jumat 12 November 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH., M.Hum, membuka kegiatan Workshop Kopi Nusa Tenggara Timur di Hotel Revayah Ruteng, Jumat 12 November 2021. 

Kegiatan dengan tema 'Cerita Dibalik Kopi, Narasi Budaya Dibalik Kopi Colol (Kopi Untuk Dunia)' diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Bali dan didukung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur dalam rangka mendukung pengembangan Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo. 

Berdasarkan rilis yang diberikan Bagian Prokopim Setda Manggarai Timur yang diterima POS-KUPANG.COM, Minggu 14 November 2021, mengawali sambutanya Bupati Agas menjelaskan secara singkat mengenai sejarah kopi Colol dan perannya dalam kehidupan masyarakat

"Pada tahun 1937 pemerintah kolonial Belanda menggelar sayembara penanaman kopi yang disebut Pertandingan Keboen. Sayembara itu sejalan dengan kebijakan Raja Manggarai saat itu, Alexander Baruk (1931-1945) yang gencar mengenalkan budidaya padi dan tanaman perkebunan kepada rakyatnya,"tuturnya.

Baca juga: Bupati Manggarai Timur Agas Andreas Fokus Promosikan Gua Cincoleng

"Untuk masyarakat Colol khususnya dan Manggarai secara keseluruan, kopi adalah kehidupan. Memelihara kopi sama dengan memelihara kehidupan. Kopi adalah bagian dari kehidupan setiap orang dalam masyarakat,"lanjutnya.

Menurut Bupati Agas, nasyarakat Colol dan Manggarai Timur secara keseluruhan mengamini bahwa semua orang memiliki kedudukan yang sama dihadapan kopi. Tidak ada sekat jabatan, ekonomi, agama dan latar belakang.

Berbicara tentang kualitas kopi, kata Bupati Agas, Kabupaten Manggarai Timur boleh berbangga karena kopi jenis Arabika dan Robusta dari daerah Colol telah meraih penghargaan nasional sebagai kopi terbaik Indonesia tahun 2015. Penghargaan ini diraih setelah memenangkan kontes Kopi Specialty Indonesia di Banyuwangi tahun 2015.

Kontes Kopi tersebut diikuti 137 jenis kopi specialty dari seluruh daerah di Indonesia yang terdiri dari 76 jenis kopi Arabika dan 61 jenis kopi Robusta. Kontes ini diselenggarakan oleh Asosiasi Exportir dan Industri Kopi Indonesia serta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember.  

Beragam cara dilakukan Pemda Matim untuk mempertahankan kualitas dan  meningkatkan produktifitas kopi. Diantaranya dengan meningkatkan penyuluhan dan pelatihan mengelola kopi mulai dari pembibitan hingga pengolahan kopi pasca panen.

Selain itu memberikan bantuan peralatan berupa mesin pengolahan kopi pasca panen, melakukan pelatihan dan kelas lapang bagi petani kopi dalam mengolah kebun kopi, melakukan penyambungan tunas, peremajaan, dan berbagai pelatihan lainnya. BUMN, dan Koperasi juga didorong untuk memberikan bantuan modal usaha Melalui Kredit Usaha Rakyat dengan bunga yang rendah. 

"Produksi kopi di Kabupaten Manggarai Timur tahun 2020 yakni kopi Arabika 422,61 kg/hektar lahan sementara kopi Robusta 419,96 kg/hektar. Sementara total produksi kopi jenis Arabika tahun 2020 sebesar 16.392 ton dan kopi jenis Robusta sebesar 26.095 ton,"jelas Bupati Agas.

Lanjut Bupati Agas, penyajian kopi juga membutuhkan keahlian dan keterampilan khusus untuk mendapatkan cita rasa kopi Colol yang sesuai dengan kebutuhan pasar modern. Karenanya Pemda Matim juga mengutus anak-anak muda berbakat untuk mengikuti pelatihan barista. 

Bupati Agas juga mengatakan, Pemda juga mengapresiasi munculnya kaum muda yang mengembangkan bisnis dengan membuka kedai kopi di Borong. 

"Saat ini, ada 6 buah kedai kopi dalam kota Borong. Jumlah ini belum termasuk usaha-usaha kopi rumahan. Semuanya dengan tujuan yang sama, membawa Kopi Colol menjadi untuk dunia,"ungkapnya.

Adapun kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai. Para peserta adalah para petani kopi, pengusaha kopi dan utusan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat. (*)

Baca Berita Manggarai Timur Lainnya
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved