Breaking News:

Berita Nagekeo

Peserta BPJS di Nagekeo yang Sudah Dinonaktifkan Dilayani dengan Jamkesda

ketika ada pasien yang sakit parah dan ingin melakukan rujukan, maka bisa dirujuk seluruh Indonesia, namun Jamkesda tidak bisa

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Direktur RSU Aeramo drg. Emirentiana Wahyuningsih, MHlth&IntDev;.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, MBAY--Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Aeramo, drg. Emirentiana Wahyuningsih, MHlth&IntDev mengatakan, peserta BPJS yang dinonaktifkan memang tidak dapat dilayani di rumah sakit tersebut. 

Sebab, pihak BPJS tidak akan melayani klaim dari RSU Aeramo ketika melayani pasien yang sudah dinyatakan nonaktifkan dari kepesertaan BPJS.

"Kalau kami melayani, berarti di sana tidak masuk dalam sistem. Kalau kita layani nanti kita tidak bisa klaim. Mereka harus bayar," kata drg. Emirentiana kepada Pos Kupang belum lama ini.

drg. Emirentiana menjelaskan, meskipun pasien tersebut sudah dinonaktifkan dari kepesertaan BPJS namun memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nagekeo, maka akan diintervensi dengan Jamkesda.

"Kalau pun dia (pasien) KTP Nagekeo, maka otomatis dilayani dengan Jamkesda. Berarti Nagekeo dilayani dengan Jamkesda. Tetap dilayani. Dengan menunjukan KTP saja sudah dilayani Jamkesda," ungkapnya.

Baca juga: Polisi Catat Ada 10 Desa di Nagekeo yang Berpotensi Rawan Konflik Jelang Pilkades Serentak

drg. Emirentiana mengaku, pemerintah Kabupaten Nagekeo telah menjamin masyarakat yang sakit dengan jamkesda. Dengan menunjukan KTP Nagekeo, maka pasien tersebut pasti akan dilayani dengan baik.

"Jadi dengan menunjukkan KTP saja, maka pasien tersebut dilayani meskipun tidak ada BPJS, karena daerah ini sudah menjamin dengan Jamkesda," terangnya.

drg. Emirentiana menambahkan, sepanjang pemerintah Kabupaten Nagekeo menyediakan Jamkesda, maka pasien tetap akan dilayani meski status kepesertaan BPJS sudah dinonaktifkan.

Menurut drg. Emirentiana, pemerintah pusat menginginkan jamkesda harus terintegrasi dengan BPJS sehingga ketika pasien sakit maka dapat diintervensi dengan BPJS tersebut.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved