Breaking News:

Berita Kota Kupang

Undana-Save the Children Luncurkan Literasi Disiplin Positif Ke Dalam Kurikulum Pendidikan Guru SD

Undana-Save the Children Luncurkan Literasi Disiplin Positif Ke Dalam Kurikulum Pendidikan Guru SD

Penulis: Paul Burin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/PAUL BURIM
PENYERAHKAN DOKUMEN – Dekan FKIP Undana, Dr. Melkisedek Taneo, M.Si, menyerahkan dokumen kurikulum yang digodok oleh Tim Pengembang Kurikulum Prodi PGSD Undana kepada Save the Children di Hotel Neo Aston Kupang, 11 November 2021. Dokumen diterima oleh Benny Octovianus Giri dari Save the Children. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Yayasan Save the Children Indonesia dan FKIP Pendidikan Guru Sekolah Dasar ( PGSD) Universitas Nusa Cendana ( Undana) Kupang, meluncurkan Literasi Disiplin Positif ke Dalam Kerikulum Pendidikan Guru SD. Kegiatan ini  sebagai upaya untuk mengaplikasi pola pendidikan  yang ramah terhadap anak didik.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Neo Aston, Kupang, Kamis, 11 November 2021 ini dibuka oleh Dekan FKIP Undana, Dr. Melkisedek Taneo, M.Si. Acara ini dilanjutkan dengan penyerahan dokumen kurikulum dari FKIP Undana kepada Save the Children Indonesia. 

Ketika membuka kegiatan ini, Dekan Melkisedek mengatakan bahwa Undana dan Save the Children telah melangsungkan kemitraan ini sejak tahun 2018  ditandai dengan Memorandum of Understanding (MoU) tanggal 10 September 2018. Dilanjutkan dengan  Memorandum of Agreement (MoA) tanggal 27 Maret 2019 untuk kegiatan pengembangan kurikulum dengan mengintegrasikan literasi dan pendidikan positif ke dalam kurikulum pendidikan  guru sekolah dasar.

Kegiatan ini kata Melki, dilakukan secara kolaboratif antara Save the Children dengan tim pengembang kurikulum  yang menghasilkan sebuah dokumen kurikulum   bagi kegiatan  pembelajaran pada program studi PGSD. 
Karena itu kata dia, sebelum dokumen ini digunakan maka perlu diperkenalkan kepada civitas akademika Undana maupun kepada publik.

Baca juga: Pemkab Kupang dan Save the Children Rancang Perda Demi Wilayah Layak Anak

Pembelajaran kata dia diharapkan harus kreatif dan inovatif atau bisa mengadopsi/mengintegrasikan melalui didesain  model pembelajaran.
Intinya kata dia, bukan kurikulum baru sebab, ”Kita sudah punya kerangka  kurikulum. Yang ada adalah  integrasi literasi pada kurikulum yang sudah ada."  

Sedangkan Ketua Tim Pengembang Kurikulum yang juga Ketua Program Studi PGSD Undana,  Dr. Teti Koroh, S.Pd, M.Pd mengatakan bahwa kurikulum ini telah digodok oleh sebuah tim yang solid dan mampu merumuskan dengan baik. Kurikulum ini kata Doktor Teti akan diaplikasikan kepada mahasiswa-mahasiswi PGSD sebagai bekal ketika sudah mengajar nanti.

“PGSD ini semacam dapur atau pabrik kami yang akan menghasilkan guru-guru   yang berkualitas unggul. Kami sebut positif kerja dalam hal literasi dalam mata kuliah.”

Sedangkan Benny Octovianus Giri dari Save the Children Indonesia menyampaikan terima kasih kepada FKIP Undana yang telah menyambut dengan baik kerja sama dua lembaga ini. Kualitas pendidikan kata Benny, patut ditingkatkan dari waktu ke waktu dimulai dari tenaga pendidik. Ia mengatakan bahwa mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan yang fleksibel. Contoh ketika bicara tentang konsep membina anak  tanpa kekerasan. Ternyata konsep ini diterima oleh Undana dan mampu mengaplikasikan dalam sebuah kurikulum. 

Sedangkan Beny Leu, moderator pada diskusi ini mengatakan, konsep pendidikan ramah anak sesungguhnya memberikan gambaran betapa pola pendidikan model ini memberi dampak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar tanpa kekerasan.

Kekerasan kata Beny, dapat melukai jiwa dan hati anak didik sepanjang hidup. Beny memandang bahwa pendidikan yang ramah anak tak boleh dianggap enteng atau biasa saja. Justru menjadi kekuatan sebuah masa depan anak didik. (pol)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved