Breaking News:

Berita Kota Kupang

Teken MoU, Pakar Neurosains Pendidikan Islam dari UAD Yogyakarta, Riset di MTsN Kota Kupang

Teken MoU, Pakar Neurosains Pendidikan Islam dari UAD Yogyakarta, Riset di MTsN Kota Kupang

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Teken MoU, Pakar Neurosains Pendidikan Islam dari UAD Yogyakarta, Riset di MTsN Kota Kupang 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Tim Periset dari Univrsitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang diketuai oleh Dr. Suyadi, M.Pd.I, berkunjung ke MTsN Kupang untuk melakukan MoU dan riset tentang pendidikan antikorupsi, Kamis 11 Oktober 2021.

Kehadiranya diterima, kepala MTs N Kupang, Musa Lea Lao, S.Pd. Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Bapak Ahmad Bethan, M.Pd (Mantan Kepala MTs Kota Kupang), Rahmad Bala dan Muh. Amiruddin Salem (Dosen STAI Kupang), dan perwakilan guru yang selama ini menginsersikan nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran keagamaan Islam.

Dr. Suyadi menyampaikan, pendidikan antikorupsi merupakan inventasi masa depan generasi bangsa. Ia menyebut, ketertarikannya untuk melakukan riset di Kota Kupang karena ada PPKM di masa covid dengan penekanan pada pendidikan antikorupsi.

"Neurosanis ini kita tidak bisa secara online karena kita mau mengambil sampel secara langsung gelombang otak dari informan," sebutnya.

Dalam teori neurosains, otak koruptor itu disebutkan normal tapi tidak sehat. Olehnya, riset ini untuk melihat lebih detail respon informan ketika diajarkan nilai antikorupsi. Nantinya, akan dipasang alat neuroanti coruption untuk mengetahui daya tangkap informan itu sendiri.

Dia menjelaskan, selama ini belum ada upaya pencegahan korupsi secara terstruktur, sistematis dan berkelanjutan. Akibatnya, setiap ada kasus korupsi baru dilakukan penindakan hukum. Itupun hanya yang ketahuan.

Oleh karena itu, diperlukan calon generasi penerus bangsa yang berkarakter antikorupsi, sehingga ketika ia menjadi penyelengara negara tidak akan korup.

Bagi Dr. Suyadi, Pendidikan adalah medan untuk mnyiapkan generasi bangsa berkarakter antikorup tersebut. Pemimpin bangsa 20 tahun ke depan, saat ini sedang belajar di madrasah.

"Tidak menutup kemungkinan dari MTs N Kupang. Oleh karena itu, langkah MTs N Kupang dalam insersi nilai-nilai pendidikan antikorupsi telah berkontribusi besar bagi upaya pencegahan korupsi sejak dini," katanya.

Lebih jauh, dia menerangkan, pendidikan antikorupsi selama ini cenderung menggunakan pendekatan hukum, ekonomi dan politik sehingga sering tidak relevan dengan kebutuhan guru dan siswa.

Diperlukan pendekatan-pendekatan baru yang lebih bedampak transformatif, khususnya neurosains. Menurutnya, otak koruptor hanya normal tetapi tidak sehat. Oleh karena itu, tugas pendidikan adalah menyehatkan akal peserta didik.

Suyadi dan tim periset UAD menciptakan alat deteksi gelombang otak perilaku koruptif yang disebutnya sebagai Neuro-anticoruption. Teknologi tersebut kini masih dalam tahap pengembangan dan uji coba agar memiliki sensitifitas dan akurasi deteksi. (*)

Baca Berita Kota Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved