Breaking News:

Berita Belu

Pendemo Pukul Meja DPRD Belu

Suasana rapat penyampaian aspirasi dari massa yang melakukan aksi damai ke DPRD Kabupaten Belu, Kamis 11 November 2021 sangat tegang

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Seorang anggota polisi sedang berupaya menenangkan salah satu pendemo di ruang rapat Komisi III DPRD Belu, Kamis 11 November 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,  Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Suasana rapat penyampaian aspirasi dari massa yang melakukan aksi damai ke DPRD Kabupaten Belu, Kamis 11 November 2021 sangat tegang.

Seorang pendemo memukul meja beberapa kali sebagai ekspresi kemarahan. Pendemo berteriak dengan nada keras sambil menunjukan jari ke arah salah satu anggota DPRD yang diduga pemicu kemarahan pendemo. 

Disaksikan Pos Kupang. Com, rapat yang berlangsung di ruang komisi III DPRD Belu itu dipimpin Ketua Komisi III, Yohanes Djuang dihadiri sejumlah anggota DPRD. Rapat ini digelar untuk mendengar aspirasi dari pendemo. 

Di awal rapat, pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada pendemo secara bergilir untuk menyampaikan pernyataan sikap. Suasana sempat tegang di awal-awal rapat namun berhasil diredam pimpinan rapat. 

Suasana rapat kembali tegang ketika sesi anggota DPRD memberikan pendapat. Emosi pendemo meledak setelah anggota DPRD, Agustinus Pinto memberikan pendapat. Sontak saja, beberapa pendemo berbicara dengan nada tinggi sambil berdiri.

Baca juga: Anggota DPRD Belu, Walde Berek Debat dengan Pedemo

Satu diantaranya, Markus Taus yang duduk paling depan. Ia berdiri dan berbicara lantang sambil memukul meja beberapa kali sebagai ekspresi kemarahannya. "Saya ini yang menyerahkan tanah", kata Markus dengan tegas. 

Diduga apa yang disampaikan Agustinus Pinto bertolak belakang dengan kondisi yang mereka alami saat ini sehingga pendemo marah. 

Situasi itu berhasil diredam beberapa anggota DPRD termasuk aparat keamanan juga berusaha menenangkan pendemo. 

Setelah situasi kembali tenang, pimpinan rapat Yohanes Djuang memberikan kesempatan sekali lagi kepada perwakilan pendemo untuk menyampaikan pendapat. Selanjutnya kesempatan diberikan kepada salah satu anggota DPRD untuk memberikan pendapatan. Setelah itu, Yohanes Djuang menutup rapat. 

Agustinus Pinto, saat ditemui Pos Kupang. Com, mengatakan, dirinya tidak bermaksud untuk melukai perasaan pendemo. Ia hanya menjelaskan mengenai posisi Kampus Unhan saat ini belum diresmikan dan mahasiswa Unhan masih kuliah di Tobir. 

Agustinus Pinto juga heran ketika pendemo bereaksi berlebihan terhadapnya padahal ia hanya menyampaikan sesuatu yang riil. (*) 

Baca Berita Belu Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved