Berita Labuan Bajo

Ini Tujuan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar),

Editor: Ferry Ndoen
pk/gecio viana
Suasana pembukaan Sekolah Lapang Gempa Bumi di Kantor Bupati Mabar, Rabu 10 November 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Rabu 10 November 2021.

Kegiatan yang digelar selama 2 hari sejak 10 November 2021 hingga 11 November 2021 itu dibuka oleh Staf Ahli Bupati Mabar, Gayetanus Danggur, di Aula Kantor Bupati Mabar.

Dalam sambutannya, Gayetanus Danggur berterima kasih atas penyelenggaraan kegiatan di Kelurahan Labuan Bajo. 

Terlebih, lanjut dia, melibatkan semua pihak yang akan mengambil bagian bila terjadi bencana yang tidak terduga di daerah tersebut. 

Baca juga: Harapan Suporter di Ultah Persis Solo : Dari Juara Liga 2 Sampai Mega Store Direalisasikan

Diakuinya, wilayah Flores bukan hanya rawan terhadap banjir, longsor dan angin puting beliung serta bencana lainnya. Namun sangat rentan terhadap gempa bumi. 

Hal tersebut dibuktikan dengan catatan terakhir bahwa di Pulau Flores pernah terjadi bencana pada 1991 silam. 

"Kegiatan ini nantinya untuk membentuk masyarakat siaga, yang nantinya dapat diakui secara internasional. Saya harap dengan adanya kegiatan ini Seluruh komunitas untuk paham. Sehingga, secara bersama kita dapat meminimalisir korban jiwa dan materi sebagai dampak dari bencana," katanya. 

Koordinator Bidang Mitigasi, Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, kegiatan itu dalam rangka peningkatan pemahaman informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami kepada masyarakat.

Kelurahan Labuan Bajo di pilih sebagai lokasi sekolah lapang gempa bumi, mengingat pariwisata Labuan Bajo yang menjadi prioritas, dan juga letak kota yang berada di kawasan tektonik, sehinggasangat rawan gempa dan berpotensi tsunami. 

"Jadi kegiatan sekolah lapang yang dilakukan di Manggarai Barat ini  karena Labuan Bajo sebagai daerah destinasi Pariwisata Prioritas dan wilayah Labuan Bajo terletak di kawasan tektonik rawan gempa dan stunami," jelasnya. 

Daryono juga menyampaikan, dari aspek sejarah, pada tahun 1836 dan 1855 di Labuan Bajo pernah terjdi tsunami, sehingga wilayah Labuan Bajo membutuhkan pengawalan untuk memitigasi bencana demi memberikan kenyamanan kepada masyarakat dan mendukung Pariwisata di Labuan Bajo. 

"Dari aspek sejarah, di Labuan Bajo ini sudah pernah dua kali terjadi stunami, sehingga di Labuan Bajo ini sangat penting adanya pengawalan mitigasi bencana", ungkapnya. 

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Margiono, merincikan dalam kegiatan sekolah lapang gempa bumi ini, para peserta diberikan penjelasan kebencanaan gempa bumi dan stunami, memberikan bagaimana cara mengevakuasi saat terjadi gempa bumi dan stunami, serta melakukan penyusuran ke jalur-jalur evakuasi. 

"Dalam sekolah lapang gempa bumi ini, kami memberikan pemahaman kepada peserta terkait bagaiamana cara saat mengevakuasi apabila terjadi gempa bumi dan stunami, juga kita memberikan penjelasan tentang kebencanaan serta nanti  akan melakukan penyusuran ke jalur-jalur evakuasi," jelas Margiono. 

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh BMKG yang telah mengedukasi masyarakat lewat melakukan kegaiatan sekolah lapang gempa bumi, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui pembelajaran kebencanaan yang berpotensi di Kabupaten Manggarai Barat. 

"Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab kita, bahwa di wilayah ini ada beberap titik atau zona yang berpotensi. Saya berterima kasih kepada BMKG yang sudah melakukan kegiatan ini, yang telah memberikan pemahaman terkait bencana dan bagaiman cara saat mengevakuasi bila terjadi bencana," katanya.  *)

Berita Labuan Bajo Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved