Kamis, 23 April 2026

Berita Sikka

Ini Sosok Suster Estho di Mata Heni Hungan, Staf TRUK F

Kepergian dan kehilangan seseorang yang menjadi tokoh dan ibu serta sumber inpirasi betul-betul dirasakan Heni Hungan, Staf TRUK F yang sangat dekat

Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
Istimewa
Suster Esthocia, SSpS. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM / MAUMERE-Kepergian dan kehilangan seseorang yang menjadi tokoh dan ibu serta sumber inpirasi betul-betul dirasakan Heni Hungan, Staf TRUK F yang sangat dekat dengan Suster Esthocia atau Suster Estho.

Heni, yang sudah 10 tahun bekerja dengan Suster Estho tak menyangka dan tak percaya harus kehilangan sosok dalam perjuangan gender, HAM dan kaum tertindas di NTT dan Flores.

Heni kepada POS-KUPANG.COM di Kantor TRUK F Maumere, Senin, 8 November 2021 pagi menjelaskan, Suster Estho adalah seorang pimpinan lembaga TRUK F yang merupakan sosok yang ia anggap sebagai seorang ibu.

“Beliau itu bukan hanya sebagai seorang pimpinan lembaga tetapi dia lebih sebagai ibu bagi saya. Beliau itu inspiratif saya yang memperkenalkan saya pada dunia lingkungan perempuan dan anak dan isu gender saya benar-benar merasa kehilangAN karena ia sangat istimewa. Beliau itu tidak mudah putus asa dan beliau selalu mengatakan bahwa kita punya Tuhan dan wajah korban itu adalah wajah Yesus. Ketika korban itu datang itu wajah Yesus kamu harus memperhatikan itu.

Baca juga: Jalan DID Rp 1 Miliar Dihantam Banjir di Desa Gera, Dinas PUPR Sikka Minta Kontrakor Perbaiki

orangnya biasa mengkritis secara terbuka dan tanpa menutup-nutupi sesuatu dan dia orang yang memberikan maaf yang sangat besar dan tidak pernah mendendam. Pesan yang selalu saya ingat adalah ia selalu mengatkan kamu tidak usa takut untuk berjuang, untuk isu kemanusian atau untuk suatu kebenaran karena kamu harus yakin bahwa Tuhan selalu menyertai dalam upayahmu yang penting itu dilakukan dengan tulus itu yang selalu saya ingat. 

Kami semua  merasa kehilangan karena beliau adalah sumber inspiratif kami dan kami yakin bahwa perjuangan kedepan lebih sulit karena persoalan-persoalan yang terkait dengan HAM dan penyelenggara negara yang belum semua paham akan HAM tapi perjuangan ini harus dilanjutkan dan pasti akan ada pembenahan di dalam internal lembaga ini,” kata Heni.

Ia mengungkapkan, dari sosok Suster Estho ia belajar soal ketabahan dan cinta yang sangat luas serta perhatian bagi kaum marjin. “Pesannya kepada saya soal kaum marjin masih terus saya ingat. Suster Estho berpesan kalau ingat kelompok marjin kamu harus berjuang bagi mereka walaupun itu sulit dan ketika kita berjuang kita kan berhadapan dengan segala sesuatu tapi kamu tidak usah takut kita punya Tuhan di dalam kuburpun saya akan berdoa untuk kalian yang bergiat pada isu ini,” ujarnya.(ris)

Berita Sikka Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved