Breaking News:

Berita NTT

BI NTT dan PHDI Panen Raya Perdana 'GEMAR TANI' di Kabupaten Kupang

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama Yayasan Upanisada dan Paradisa Hindu Dharma Indonesia (PHDI) melaksanakan panen raya perda

Editor: Ferry Ndoen
foto: Dok. Pribadi/
Kepala BI Kpw NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja usai melakukan panen perdana buah semangka 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama Yayasan Upanisada dan Paradisa Hindu Dharma Indonesia (PHDI) melaksanakan panen raya perdana GEMAR TANI (Gerakan Menanam Pekarangan Rumah Tanaman Pengendali Inflasi) yang berlokasi di Kebun Yayasan Hindu, Oebelo Kabupaten Kupang.

Panen Raya Perdana ini berupa buah Semangka dengan dua varietas yaitu Semangka tanpa biji dan semangka dengan biji.

Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur I Nyoman Ariawan Atmaja, Humas Bank Indonesia NTT Henry A. Djo Wenyi, Tim Koordinator Kehumasan Bank Indonesia NTT Yuvensius Arselus Halek selaku Tim Koordinator PSBI (Program Sosial Bank Indonesia) Provinsi NTT.

Ada juga Ketua Yayasan Upanisada yaitu Anak Agung Gede Sayang Mega Putra, Ketua PHDI Kota Kupang I Wayan Wira Susana, Ketua Tim Teknis Pertanian I Komang Sudarma dan para mahasiswa-mahasiswi Kampus Politani Kupang yang pernah praktek (PKL).

Baca juga: Kapolri dan Panglima TNI Akan Kunjungi Labuan Bajo, Ini yang Akan Dilakukan

Kepala KPwi BI Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan kita tahu Bank Indonesia adalah Bank Sentral yang tujuannya adalah mengendalikan Inflasi.

Untuk itu, salah satu upaya dalam mengendalikan inflasi adalah bagaimana mendorong seluruh masyarakat menanam komoditi-komoditi yang termasud didalam inflasi, salah satunya ialah hultikultura. Baik itu bawang, bayam, cabe dan yang lainnya.

"Termaksud terong dan umbi-umbian lainnya, itu merupakan salah satu tujuan menekan inflasi, tujuannya untuk mendorong masyarakat kita secara Mandiri secara ekonomi," kata I Nyoman, Jumat 5 November 2021.

Menurutnya, buah semangka juga yang pada hari ini dipanen dapat memberikan kemandirian dan ekonomi bagi masyarakat.

"Untuk itu, hari ini BI mendorong yayasan Upanisada yang bergerak di bidang Pendidikan memerlukan kemandirian keuangan dan bagaimana upaya yayasan ini bisa berproduksi yang dapat menghasilkan yang baik untuk mengantasi inflasi dan memberdayaan ekonomi masyarakat," kata I Nyoman.

Gerakan ini dilakukan Bank Indonesia, jelas I Nyoman, untuk mengajak semua lapisan untuk memberdayakan. Kemudian, diperlukan komitmen dari seluruh lapisan masyarakat.

"Saya juga memiliki komitmen untuk yayasan dan organisasi-organisasi, bisa terus maju, dan mandiri serta memberikan dampak yang luar biasa, tidak hanya menekan inflasi semata namun dapat menuntaskan kemiskinan di NTT secara umum," ujarnya.

Ia menjelaskan, NTT tercatat ditahun ini kemiskinannya mencapai 20,99 persen tentu angka yang luar biasa tinggi dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia.

"Hal ini perlu adanya komitmen kita bersama kalau kita kompak tentunya akan memberikan kolaborasi yang lebih bagus lagi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat kedepannya," jelas I Nyoman.

I Komang Sudarma swlaku Tim teknis pertanian Hindu Berkebun Yayasan Upanisada mengatakan,  jenis tanaman semangka ini berjumlah sekitar 105 tanaman, yang mampu menghasilkan 2 sampai 3 buah, sehingga bila dikalkulasi mencapai 315 buah semangka.

"Dua Varietas Semangka ini yaitu tanpa biji disebut Amara, dan semangka dengan biji disebut Baginda," katanya

Dilanjutkannya, dari varian tersebut yang paling disukai konsumen yakni semangka tanpa biji namun jenis ini diperlukan ketrampilan khusus dalam budidaya semangka tanpa biji.

Ia menyampaikan, dalam pembudidayaan semangka ini tergantung harus melihat pada  faktor iklim, teknologi, SOP yang diterapkan dalam budidaya akan sangatlah mempengaruhi rasa dari kedua jenis varietas yang dihasilkan.

Untuk itu, dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa tetap berlanjut di yayasan Upanisada dan diperkuat strategi pemasaran serta pemilihan komoditi yang tepat agar bisa bernilai ekonomi menghasilkan keuntungan dan bisa menopang yayasan Upanisada dalam bidang pendidikan. (*)

Berita NTT Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved