Minggu, 12 April 2026

Berita Manggarai Timur

29 Pemuda Milenial Manggarai Timur Belajar Menenun Songke

Sebanyak 29 pemuda milenial di Kabupaten Manggarai Timur mengikuti kegiatan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun Indonesia

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Peserta sedang belajar menenun tenun songke 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG----Sebanyak 29 pemuda milenial di Kabupaten Manggarai Timur mengikuti 
kegiatan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun Indonesia Kabupaten Manggarai Timur Tahun 2021.

Kegiatan ini diselenggarakan berkat kerja sama antara Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT dan Dekranasda Kabupaten Manggarai Timur dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (Kemendikbud Ristek RI). 

Kegiatan yang berlangsung selama 25 hari ini bertempat di gedung Sentra IKM Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai Timur, Ny Theresia Wisang Agas, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu 3 November 2021, mengatakan, sebanyak 29 peserta yang merupakan pemuda Milenial yang berusia 15-25 tahun mengikuti kegiatan itu. Adapun peserta itu ada yang putus sekolah, tamat sekolah dan tamat serjana yang belum memperoleh pekerjaan tetapi memiliki bakat menenun.

Baca juga: 71 Anak Putus Sekolah di Kabupaten Ngada Ikut Pendidikan Kecakapan Wirausaha Tenun Ikat

Ny Theresia juga mengatakan, kegiatan itu berlangsung selama 25 hari lamanya. "Sebenarnya program pusat itu 50 hari, tapi mengingat keadaan dana kita tidak mencukupi apalagi peserta kita datang dari berbagai desa dari 4 wilayah Kecamatan sehingga peserta tidak bisa pergi dan pulang sehingga kita asaramakan sehingga kita hanya laksanakan selama 25 hari saja,"jelasnya.

Ny Theresia juga mengatakan, diharapkan kepada para peserta yang mengikuti pelatihan itu agar setelah mengikuti pelatihan itu mengeluti tenun sebagai pekerjaan pokok sehingga dapat meningkatkan ekonomi para penenun itu sendiri.

Selain itu, melalui kegiatan pelatihan itu juga para peserta dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan dan pola pikir terkait tenun juga akan berubah. 

Menurut Ny Theresia, selain itu melalui kegiatan pelatihan ini juga bisa meneruskan budaya dan melestarikan tenun songke sebagai budaya Manggarai. Sebab, kondisi saat ini terlebih khusus kepada generasi milenial sangat kurang untuk belajar menenun, sedangkan saat ini orang yang menenun sudah berusia di atas 50 tahun.

"Karena itu perlu regenerasi juga terkait budaya menenun dan juga terus mewariskan budaya kepada generasi milenial. Dengan tujuan agar tenun songke ini tidak punah,"ungkapnya.

Ny Theresia juga mengatakan, pihaknya juga berencana pada tahun 2022, akan melakukan pelatihan bagi penenun Milenial yang lain dan penenun bukan milenial untuk merubah mainset tentang tenun. Sebab tenun itu bukan sekedar keterampilan tetapi tenun itu juga adalah seni.

"Jadi para peserta ini bukan hanya sekedar dilatih untuk bagaimana cara menenun, tetapi juga dilatih untuk bagaimana mereka dapat senang atau suka dengan tenun dan juga ada latihan kebugaran tubuh untuk menjaga kesehatan para penenun itu sendiri,"ungkapnya. (*)

Baca Berita Manggarai Timur Lainnya

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved