Breaking News:

Berita Pemprov NTT

Co-firing PLTU Ropa Dorong Geliat Sirkuler Ekonomi Kerakyatan Melalui Produksi Pellet Biomasa 

bahwa produksi energi dimulai dari Ende, dan bahan baku biomasa yang berlimpah ada di Ende, terang Iksan.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Manager PLN Unit Pelaksana Pembangkitan Flores, Lambok Siregar dan bupati Ende 

Co-firing PLTU Ropa Dorong  Geliat Sirkuler Ekonomi Kerakyatan melalui produksi Pellet Biomasa 

POS KUPANG.COM, KUPANG --Bupati Ende Drs. Djafar H. Achmad, M. M. melakukan Penyalaan Perdana Listrik 74,5kVA TOSS Center dilakukan di Kelurahan Rukun 5 Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende, tanggal 27 Oktober 2021

Manager PLN Unit Pelaksana Pembangkitan Flores, Lambok Siregar menyampaikan, "PLN berkomitmen untuk meningkatkan bauran EBT dalam penyediaan energi listrik 23% pada tahun 2025 dan meningkatkan pemanfaatan energi listrik untuk kemajuan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat dari pembangunan infrastruktur kelistrikan yang telah dibangun" ucapnya

Disisi lain, Pemerintah Kabupaten Ende memiliki tantangan yaitu sampah yang menyebabkan kota tidak bersih dan menimbulkan pencemaran lingkungan dan tantangan dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Kedua tantangan baik PLN dan Pemda menjadi jawaban inovasi yakni TOSS (Teknologi Olah Sampah di Sumbernya) dimana pengelolaan sampah biomasa menjadi pellet biomasa untuk bahan bakar energi kerakyatan dan co-firing PLTU Ropa, terang Lambok

Ditambahkan Lambok, penyalaan listrik 74,5kVA TOSS Center UMKM Ende yang dilakukan hari ini akan mendorong sirkuler ekonomi kerakyatan dalam ekosistem co-firing PLTU Ropa, karena UMKM yang sudah ada saat ini berbasis komunal dan menciptakan lapangan kerja baru dalam memproduksi pellet biomasa melalui pengelolaan sampah biomasa.

Baca juga: Pengurus Besar PON XX Papua Realisasi Upah Sopir, Ini Yang Kembali Diklarifikasi Jonas Pendemo

Pengelolaan sampah biomasa melalui TOSS mensolusikan dua permasalahan global, yakni permasalahan sampah dan energi.

Selain itu juga mensolusikan masalah emisi gas rumah kaca, kemisikinan, kesehatan, dan ekonomi. Semoga akan tumbuh UMKM berbasis komunal lainnya dengan semangat gotong royong dalam mengelola sampah menjadi energi sehingga lingkungan lebih bersih dan manfaat lainnya, jelas Lambok.

Sementara itu, Drs. Djafar H. Achmad, M.M selaku Bupati Ende menyampaikan, "Kami selaku Pemerintah daerah akan menyiapkan regulasi-regulasi yang mendukung keberhasilan program TOSS untuk mendorong pertumbuhan sirkuler ekonomi masyarakat Ende. Keberhasilan program TOSS perlu kolaborasi berbagai pihak seperti kelompok masyarakat, pengusaha, dan Pemerintah Daerah serta stakeholder lainnya. Kolaborasi berbagai pihak dengan semangat gotong royong dalam mengelola sampah biomasa menjadi pellet biomasa menjadi solusi bagi permasalahan sampah dan energi", pungkasnya.

M. Ichsan Maulana, Wakil ketua Umum MeBI (Masyarakat Energi Biomasa Indonesia), menyampaikan Ende merupakan salah satu role model terbaik dalam pemakaian energi biomasa. Indonesia merupakan surganya biomasa karena paling panjang berada di garis khatulistiwa.

Baca juga: Penyerapan APBD Kabupaten Belu Mendekati 60 Persen

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved