Berita Sumba Barat Daya

9  Rumah Warga Kampung Adat Waidimu dan Hale Kadangar SBD Ludes Terbakar

Sebanyak 9 Rumah Warga Kampung Waidimu dan Kampung Hale Kadangar Kecamatan Kodi Bangedo SBD Ludes Terbakar

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Foto api membakar kampung Adat Waidimu Dan Hale Kadangar Ludes di Desa Waikanyino, Kecamatan Kodi Bangedo, SBD, Senin 1 November 2021 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - Sebanyak 9 rumah milik  warga Kampung Waidimu dan Kampung Hale Kadangar, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya ludes terbakar, Senin 1 Nopember 2021 sekitar pukul 12.00 siang. Kedua kampung itu letaknya berdekatan sehingga mudah terbakar.

Sumber api belum diketahui secara pasti. Namun demikian, informasi diperoleh menyebutkan dugaan sementara kebakaran terjadi akibat sejumlah anak-anak bermain pemantik yang tak sengaja menyalakan pemantik yang berkemungkinan membakar  atap rumah warga berbahan ialang dan menyambar membakar rumah sekitarnya.

Kepala Desa Waikanyino, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Alfonsus E.R.Peka menyampaikan hal itu ketika dikonfirmasi ke telepon selulernya, Senin 1 Nopember 2021 siang.

Alfonsus menjelaskan, saat ini para korban kebakaran mengungsi tinggal sementara pada keluarga sekitar. Para korban umumnya tak mampu menyelamatkan harta benda dan pakaian serta lainnya karena api begitu cepat membakar seisi rumah itu.

Baca juga: Rumah Terbakar, BPBD Manggarai Timur Beri Bantuan Emergency Untuk Janda Theresia Ja

Kini warga penghuni rumah itu terpaksa mengungsi tinggal sementara pada rumah keluarga sekitar.

Berikut 9 rumah yang terbakar adalah Umma Ramba dengan  pemilik, Hona Leko, Umma Kapepe dengan pemilik Yosef Rangga Hona, Umma Katoda dengan pemilik  Tende Rehy,  Umma Kapungge Tanah dengan pemilik, Inya Bondi Pati,  Umma Maloba dengan  pemilik rumah,  Agustinus Jappa Kodi, Umma Kahumbu dengan pemilik rumah Dolo Pati dimana tidak ada yang menetap,  Umma Ngahu dengan  pemilik rumah,Yingo Bani dimana  tidak ada yang
menetap, Umma Tuku pemilik rumah
, Leko Tonggoro dan
Umma Laka dengan pemilik rumah Yohanes Rangga Kura.

Lebih lanjut, ia mengatakan, secara umum warga korban kebakaran tidak mampu menyelamatkan harta benda termasuk perabot rumah tangga akibat cepatnya api membakar seisi rumah.

Untuk itu, pihaknya bersama staf sedang melakukan pendataan terhadap semua data korban kebakaran itu. Data tersebut akan disampaikan kepada pemerintah Kabupate Sumba Barat Daya seperti BPBD untuk penanganan tanggap darurat maupun penanganan selanjutnya oleh pemerintah kabupaten. Untuk sementara ini korban kebakaran ditampung oleh keluarga sekitar. (*)

Baca Berita Sumba Barat Daya Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved