Breaking News:

Berita Nagekeo

Progres Pengerjaan Proyek Rekonstruksi Saluran Pembuangan Civic Centre-Nangadero Sudah 80 Persen

Kalau memang ada dana sisa pelelangan, maka harus dioptimalkan untuk mengerjakan proyek penanganan banjir

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kondisi pengerjaan proyek rekonstruksi saluran pembuangan Civic Centre-Nangadero. Gambar diambil, Rabu 27 Oktober 2021.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, MBAY--Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo pada Maret 2020 lalu mendapatkan alokasi dana hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp. 12,7 miliar lebih untuk penanggulangan bencana yang terjadi di daerah tersebut.

Namun anggaran belasan miliar tersebut tidak bisa dieksekusi oleh pemerintah karena tahun anggaran sudah diambang batas penutupan.

Karena secara faktual sangat tidak mungkin proyek sebesar itu dapat dilaksanakan dalam kurun waktu hanya tiga bulan saja yakni pada bulan Oktober, November, dan Desember.

Kepala BPBD Kabupaten Nagekeo, Agustinus Pone mengaku, karena proyek tesebut belum dieksekusi, maka pemerintah mengajukan lagi melalui DPA perubahan khusus untuk perencanaannya saja.

"Perencanaan sudah jadi dan perencanaan sudah di dibayar 100 juta. Sedangkan fisiknya kita over ke tahun 2021," ungkap Agustinus kepada Pos Kupang, Senin 25 Oktober 2021.

Baca juga: Semarak Bulan Bahasa 2021, MAN Nagekeo Gelar Pelatihan Jurnalistik

Agustinus mengatakan, karena pelaksanaan fisik proyek tersebut diover ke tahun 2021, maka pada bulan Maret 2021 lalu, pemerintah melaksanakan proses tender dan penanganan kontrak dengan jangka waktu pengerjaan selama 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2021.

Dalam perjalanan waktu, berdasarkan hasil zoom meeting bersama dengan pemerintah pusat, pihaknya mendapatkan tambahan dana sebesar Rp. 450 juta karena ada dana sisa pelelangan.

Dana tersebut untuk mengoptimalkan proyek penanggulangan banjir secara menyeluruh.

"Karena pada prinsipnya dari pemerintah pusat mengisyaratkan, jangan sampai ini dibebankan kepada daerah untuk pekerjaan yang sisa. Kalau memang ada dana sisa pelelangan, maka harus dioptimalkan untuk mengerjakan proyek penanganan banjir secara menyeluruh, sehingga dengan arahan itu, kita segera ajukan dokumen penambahan anggaran," ujarnya.

Untuk saat ini, jelas Agustinus, progres pengerjaan proyek tersebut sudah mencapai sekitar 80 persen yang berakhir pada 31 Desember 2021 karena adanya penambahan sisa anggaran pelelangan.

Baca juga: Bupati Nagekeo Serahkan Bantuan 10 Ekor Kerbau Guliran kepada Kelompok Mitra di Natatoto

"Penambahan anggaran Rp. 450 juta kita langsung berikan kepada yang melaksanakan pekerjaan karena sesuai dengan arahan dari pusat bahwa tender itu dilakukan ketika penambahan anggaran lebih dari 10 persen pagu. Ternyata ini hanya 3 persen, sehingga langsung diberikan kepada yang mengerjakan," ujarnya. (*)

Berita Nagekeo Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved