Breaking News:

Berita Pemprov NTT

Pengungsi Afghanistan Lakukan Aksi Damai di Depan Kantor Gubernur NTT

bantu dari pemerintah dari Pak Gubernur, dari pusat, dari Pemda semua bantu kita karena kita sudah terlupa di sini

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Aksi unjuk rasa para pengungsi Afghanistan di depan kantor Gubernur NTT, Kamis, 28 Oktober 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Pengungsi Afghanistan di Kota Kupang kembali melakukan aksi damai di depan kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 28 Oktober 2021. 

Salah satu peserta aksi damai, Kubra Hassani kepada POS-KUPANG.COM mengatakan, selama lebih dari enam tahun berada di Kota Kupang, proses untuk ke negara ketiga masih belum berhasil.

"Di sini tidak ada kantor dari UNHCR berarti kita tidak ada akses ke UNHCR. Kalau IOM selama dua tahun karena ada pandemi mereka tidak bisa ketemu tatap muka hanya mereka respon dengan WA (WhatsApp)," kata Kubra.

Selama enam tahun tersebut, lanjut Kubra, dari banyak pengungsi Afghanistan di Kupang tidak ada yang masuk proses untuk ke negara ketiga sehingga dia meminta kepada pemerintah Indonesia dan UNHCR pusat untuk membantu mereka, pengungsi yang terlupakan karena selama ini anak - anak mereka tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan pelayanan kesehatan yang baik.

Baca juga: Wapres dan Pemprov NTT Gelar Rapat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim

"Kita tidak bisa dapat kita punya hak dasar selama ini enam tahun kita tidak dapat hak dasar yang penuh. Kita minta bantu dari pemerintah dari Pak Gubernur, dari pusat, dari Pemda semua bantu kita karena kita sudah terlupa di sini," ujar Kubra.

"Dari Kupang belum ada yang ke negara ketiga. Di sini prosesnya lebih lama dari kota lain karena kita jauh dari ibukota dan di sini tidak ada kantor dari UNHCR berarti tidak ada yang urus benar. Memang kita sudah terlupa," tambahnya.

Dia mengungkapkan, meskipun Indonesia merupakan negara damai, dengan status pengungsi mereka tetap tidak bisa melakukan apa - apa. Karena status pengungsi tersebut Kubra mengatakan mereka merasa seperti di penjara karena tidak bisa mendapat pendidikan, tidak bisa bekerja dan tidak bisa dapat identitas. 

Selama belum mendapat pendidikan, pekerjaan dan identitas, bagi Kubra terasa seperti penjara.

 "Tidak ada orang yang suka penjara," imbuhnya.(*)

Berita Pemprov NTT Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved