Breaking News:

Fransisco Bessi Lulus Wasit Nasional Taekwondo

Dengan demikian, terhitung sejak SK PB TI tersebut dikeluarkan, saya secara resmi sah sebagai wasit nasional,

Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
Istimewa
Fransisco Bernardo Bessi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemegang sabuk Dan III Kukkiwon (sabuk hitam), Fransisco Bernardo Bessi, SH, MH, CLA, resmi menjadi wasit taekwondo nasional sesuai keputusan PB Taekwondo Indonesia (TI). Sisco Bessi lulus setelah mengikuti Diklat Wasit Nasional (DWN) atau ujian wasit nasional di Malang, Jawa Timur, Juni 2021.

"Ada sekitar 200 yang mengikuti diklat ini. Dari Nusa Tenggara Timur hanya saya sendiri yang ikut. Dan hasil ujian baru keluar tanggal 25 Oktober 2021, dimana saya juga dinyatakan lulus. Dengan demikian, terhitung sejak SK PB TI tersebut dikeluarkan, saya secara resmi sah sebagai wasit nasional," kata Sisco di Kupang, Kamis (28/10).

Dia mengatakan, dengan demikian, saat ini di NTT baru ada dua wasit nasional yang ada di bawah naungan PB TI. Untuk itu, Sisco berharap dengan ilmu yang diperolehnya, dia bisa terus mengembangkan olahraga taekwondo di NTT.

"Salah satu kelemahan kita di NTT adalah masih minimnya wasit nasional. Kita punya banyak potensi tapi mereka tidak mau ikut ujian. Padahal kebutuhan saat event nasional seperti PON dan kejurnas, keberadaan wasit dari daerah akan berpengaruh terhadap keberadaan atlet kita," kata Sisco yang adalah manager taekwondo NTT di PON XX Papua 2021.

Sisco mengatakan, untuk menjadi wasit nasional tidak gampang. Saat ujian, kata Sisco, peserta harus tahu tentang regulasi dan teknis lainnya.

"Kita di NTT sebenarnya butuh banyak wasit. Tapi saya tidak tahu kenapa teman-teman tidak mau ikut ujian wasit. Mungkin bisa dimulai dari menjadi wasit di daerah baru kemudian ikut ujian untuk menjadi wasit nasional. Dan, saya sarankan agar para sabeum yang ada bisa terus mengembangkan pengetahuannya," kata Sisco.

Dia mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi dalam mengikuti ujian ini selain pemahaman soal regulasi, juga terkait pendanaan.

"Banyak kendala soal dana. Karena kita tanggung sendiri. Padahal, kalau sudah jadi wasit, biasanya ada honor. Artinya ada timbal balik sehingga seharusnya ini bukan kendala," tegasnya. **

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved