Berita Malaka

DPD Partai NasDem Malaka Serahkan APD untuk Puskesmas Betun

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Malaka menyerahkan satu paket alat pelindung diri (APD) kepada pihak Puskesmas Betun

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Sekertaris Fraksi NasDem DPRD Malaka, Adrianus Neno Meta saat menyerahkan APD secara simbolis kepada Ketua TP PKK Malaka dan Kepala Puskesmas Betun. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN--Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Malaka menyerahkan satu paket alat pelindung diri (APD) kepada pihak Puskesmas Betun sebagai bentuk dukungan dan kepedulian Partai NasDem dalam rangka pencegahan covid-19 di Kabupaten Malaka.

Alat pelindung diri (APD) berupa ini berupa pakaian astronot diserahkan oleh Ketua Fraksi NasDem Feliks Bere Nahak kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malaka, drg. Maria Martina Nahak,M.Biomed.

Sekertaris Fraksi NasDem DPRD Malaka, Adrianus Neno Meta kepada Wartawan di Betun, Rabu (27/10/2021) mengatakan, alat pelindung diri berupa pakaian astronot sebanyak 100 pcs.

Penyerahan APD, kata Adi, dari Partai NasDem kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malaka untuk selanjutnya diserahkan melalui Kepala Puskesmas Betun Fritz Makbalin untuk dipergunakan selanjutnya.

Baca juga: Anggota DPRD TTS Fraksi Nasdem Hendrikus Babys Nilai Army Gagal Pimpin Nasdem TTS

"100 pcs Alat Pelindung Diri akan diserahkan kepada setiap Puskesmas yang ada di Kabupaten Malaka,"ujar Adi Neno Meta.

Kepala Puskesmas Betun, Fritz Makbalin mengucapkan terimakasih kepada Partai NasDem yang sudah memberikan alat pelindung diri kepada Puskesmas Betun.

"Terima kasih DPD Partai NasDem Kabupaten Malaka yang sudah membantu kami di Puskesmas Betun dengan memberikan alat pelindung diri ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malaka drg. Maria Martina Nahak,M.Biomed mengapresiasi Partai NasDem yang telah menyelenggarakan kegiatan vaksinasi kepada masyarakat.

Nahak mengajak masyarakat agar tidak takut untuk divaksin karena vaksin tidak menyebabkan kematian.

"Jangan takut untuk divaksin karena vaksin tidak membuat orang mati. Tidak mungkin Pemerintah membuat kebijakan untuk membunuh masyarakatnya sendiri," ungkapnya.(*)

Baca Berita Malaka Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved