Breaking News:

Laut China Selatan

Amerika Punya Beberapa Pilihan Bagus untuk Menghalangi China dalam Perang Taiwan

Hal itu menggarisbawahi perlunya Washington dan Taipei untuk membangun pencegahan "terhadap agresi China yang terbatas".

Editor: Agustinus Sape
Molly Crawford/Navy
Laporan itu muncul pada saat ketegangan meningkat antara Washington dan Beijing, dengan Amerika Serikat menentang ekspansi militer China di kawasan itu dan China meminta Pentagon untuk memutuskan hubungan dengan Taiwan. Kebuntuan telah menyoroti tantangan yang akan dihadapi komandan AS dalam menanggapi serangan pulau-pulau tanpa memprovokasi perang besar-besaran. 

Amerika Punya Beberapa Pilihan Bagus untuk Menghalangi China dalam Perang Taiwan

POS-KUPANG.COM, WASHINGTON - Amerika Serikat memiliki "beberapa opsi yang kredibel" untuk menanggapi jika China ingin merebut satu set pulau yang dikelola oleh Taiwan di Laut China Selatan.

Hal itu menggarisbawahi perlunya Washington dan Taipei untuk membangun pencegahan "terhadap agresi China yang terbatas".

Demikian menurut hasil permainan perang (war game) yang dilakukan baru-baru ini oleh para ahli kebijakan luar negeri di Washington dan kawasan Asia-Pasifik.

Skenario tersebut diperiksa oleh Center for a New American Security, sebuah think tank yang berbasis di Washington, dan dirinci dalam sebuah laporan yang diterbitkan Selasa.

Diperkirakan bahwa pasukan China menyerang pulau-pulau Pratas, menangkap 500 tentara Taiwan yang berbasis di sana dan mendirikan pos militer.

Baca juga: Presiden Xi Jinping Kecam AS Soal Taiwan saat China Menandai 50 Tahun di PBB

Ini adalah dilema teoretis bagi Pentagon bahwa "banyak pengamat China memandang semakin masuk akal" - dan salah satu yang "memperkuat kebutuhan akan latihan perencanaan reguler antara personel Taiwan dan AS," kata laporan itu.

Laporan itu muncul pada saat ketegangan yang meningkat antara Washington dan Beijing, dengan Amerika Serikat menentang ekspansi militer China di kawasan itu dan China meminta Pentagon untuk memutuskan hubungan dengan Taiwan.

Kebuntuan telah menyoroti tantangan yang akan dihadapi komandan AS dalam menanggapi serangan pulau-pulau tanpa memprovokasi perang besar-besaran.

Presiden Joe Biden, berbicara selama acara balai kota minggu lalu yang disiarkan oleh CNN, mengatakan bahwa “kami memiliki komitmen” untuk membela Taiwan, mendorong Gedung Putih untuk mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi bahwa “hubungan pertahanan AS dengan Taiwan dipandu oleh UU Hubungan Taiwan.”

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved