Breaking News:

Berita Lembata

Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Awalolong Hari Ini Jalani Sidang Perdana

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang hari ini menggelar sidang perdana dugaan korupsi proyek destinasi kolam Apung Awalolong di Kabupaten

Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
Tersangka dugaan korupsi awalolong kenakan rompi tahanan saat digiring dari ruang pemeriksaan Kejati NTT ke mobil tahanan.  

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang hari ini menggelar sidang perdana dugaan korupsi proyek destinasi kolam Apung Awalolong di Kabupaten Lembata.

Sidang pada Selasa 26 Oktober 2021 ini dengan tiga tersangka atas nama Mido Arianto Boru, ST selaku konsultan perencana, Silvester Samun, SH selaku pejabat pembuat komitmen (PPK),  dan Abraham Yehezkibel Tzasaro Limanto selalu kontraktor pelaksana.

Koordinator AMPPERA Kupang, Emanuel Boli, menyampaikan informasi ini kepada awak media , Selasa 26 Oktober 2021 pagi.

Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diperoleh AMPPERA Kupang dari JPU Kejati NTT, sidang dilaksanakan hari ini di pengadilan Tipikor Kupang.

Baca juga: BREAKING NEWS : Pembangunan Terminal Bandara Frans Sales Lega Diduga Rugikan Negara Rp 8 M

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lembata melimpahkan berkas perkara tiga tersangka dalam dugaan korupsi proyek Awalolong di Lembata. Berkas itu dilimpahkan JPU ke pengadilan Tipikor Kupang, Jumat 15 Oktober 2021 siang.

Dengan dilimpahkannya berkas perkara ini, kata dia, penuntut umum tinggal menunggu jadwal persidangan dari hakim yang akan menyidangkannya.

Diketahui, penyidik Tipidkor Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur melakukan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) kasus korupsi pekerjaan pembangunan jeti apung dan kolam apung berserta fasilitas lainnya di Pulau Siput Awololong, Kabupaten Lembata dilaksanakan di Kejaksaan Tinggi  NTT, Kamis, 7 Oktober 2021.

Proyek wisata jeti apung dan kolam apung berserta fasilitas lainnya di Pulau Siput Awololong Lembata tahun anggaran 2018-2019 ini menelan anggaran Rp. 6.892.900.000, namun dalam perjalanan, progres fisik pekerjaan proyek tersebut masih 0 persen, sementara realisasi anggaran sudah 85 persen dari total anggaran Rp. 6.892.900.000.

Akibat perbuatan para tersangka, negara mengalami kerugian sebesar Rp.1.446.891.718, 27 berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ( BPKP) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Para tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindakan pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman paling singkat empat tahun penjara dan paling lama dua puluh tahun penjara. (*)

Berita Lembata Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved