Breaking News:

Berita Sumba Timur

Ada Dugaan Sindikat Loloskan Kuda Betina ke Luar Pulau Sumba : Rekomendasi Tidak Melalui Kami 

Lolosnya 50 kuda yang diantapulaukan dari pelabuhan Nusantara Waingapu Sumba Timur pada Jumat 22 Oktober 2021 membuka tabir lain. Setelah Komisi 2

Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
Istimewa
Plt Kepala Dinas Peternakan Sumba Timur, Ir. Tunggul Kalende. 

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU --- Lolosnya 50 kuda yang diantapulaukan dari pelabuhan Nusantara Waingapu Sumba Timur pada Jumat 22 Oktober 2021 membuka tabir lain. Setelah Komisi 2 DPRD Sumba Timur merasa dikibuli, hal senada juga disampaikan pemerintah daerah. 

Pelaksana tugas Kepala Dinas Peternakan Sumba Timur, Ir. Plt Kepala Dinas Peternakan Sumba Timur, Ir. Tunggul Kalende mangaku tidak mengeluarkan rekomendasi terkait hal itu. 

"Khusus ternak kemarin (diantarpulaukan), rekomendasi tidak melalui dinas Peternakan Sumba Timur, itu dari Dinas Peternakan Sumba Barat lewat karantina," ujar Tunggul saat ditemui di kantornya, Senin 25 Oktober 2021.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan dari Kabid Pengelolaan, Pemasaran dan Pelayanan Usaha Peternakan, Dinas Peternakan Sumba Timur, Steven Djara Bonga yang ikut melakukan sidak di Karantina dan Pelabuhan Nusantara Waingapu, diketahui banyak kuda betina yang saat itu siap diantarpulaukan. 

Baca juga: 524 Warga Sikka Ikut Vaksin Covid-19 di Polsek Alok, Kapolres AKBP Sajimin Sebut Warga Mulai Sadar

Berdasarkan laporan, ciri kuda kuda betina produktif yang dimuat tersebut diduga berasal dari Sumba Timur. Namun demikian, pihak Karantina menyatakan bahwa dokumen kuda berasal dari Sumba Barat. 

"Kemarin teman teman dari sini yang ikut lakukan sidak di dermaga itu ketahuan kuda banyak betina. Rekomendasi Sumba Barat, tapi ciri ciri disebutkan Sumba Timur," jelas Tunggul. 

Ia juga menyebut, sidak juga diikuti oleh pihak Polisi Pamong Praja Sumba Timur serta Komisi B dan pimpinan DPRD Sumba Timur. 

Ia mengatakan, pihaknya tidak mengeluarkan rekomendasi karena hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Daerah Sumba Timur nomor 8 tahun 2012 tentang Kepemilikan dan Pemeliharaan Ternak yang mengatur ternak besar betina yang produktif dilarang untuk diantarpulaukan kecuali untuk kepentingan khusus yang diatur lebih lanjut dengan peraturan bupati. 

Baca juga: Digelar 2-15 November 2021, Opening Ceremony Peparnas XVI Papua Dibuka Presiden Joko Widodo 

Menurutnya, keluar masuknya hewan di Kabupaten Sumba Timur terkontrol. Pihaknya melakukan pendataan bahkan untuk acara acara yang bersifat privat seperti acara adat antar daerah. Namun demikian, saat kuda kuda masuk ke wilayah Sumba Timur pada jumat lalu, pihaknya bahkan tidak mendapat dokumen mutasi dari Sumba Barat. 

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved