Berita Nasional
Spanduk Mendukung Jokowi Dipasang di Berbagai Daerah
Spanduk itu diklaim sebagai bentuk dukungan kepada kepemimpinan Jokowi selama 7 tahun terakhir.
POS-KUPANG.COM - Sejumlah spanduk dukungan dengan tagline #KobarkanJokowi, #JokowiFokusKerja, #JanganGangguJokowi bertebaran di berbagai kota dan daerah di Indonesia.
Spanduk itu diklaim sebagai bentuk dukungan kepada kepemimpinan Jokowi selama 7 tahun terakhir.
Tulisan spanduk-spanduk tersebut mendukung pemerintahan Presiden Jokowi dengan kata-kata yang unik dan lucu seperti "Aku Fokus Tuntaskan Skripsi, Pak Jokowi Fokus Tuntaskan Pembangunan Indonesia".
Ada juga spanduk bertuliskan "Pacaran Tujuh Tahun Saja Banyak Tantangannya, Apalagi Membangun Indonesia" dan "Terimakasih Presiden Jokowi, Wujudkan Pembangunan Indonesia Sentris".
Koalisi Bersama Rakyat (Kobar) menyatakan bertanggungjawab atas pemasangan spanduk-spanduk tersebut.
Kobar menilai tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membawa Indonesia pada lompatan-lompatan jauh dan perubahan kemajuan.
Koordinator Nasional Kobar, Alan Singkali menyampaikan visi Presiden Jokowi yang mendorong pembangunan Indonesia sentris telah mengangkat harkat dan martabat seluruh bangsa Indonesia.
"Pemasangan spanduk-spanduk tersebut adalah ekspresi dari para anggota kami terhadap visi pembangunan Jokowi yang pro kepada Indonesia Sentris. Tidak hanya di Jawa dan Sumatera, tetapi seluruh kepulauan Nusantara, khususnya daerah-daerah pelosok, tertinggal, dan perbatasan, seperti yang kita lihat pada sukses dan megahnya perhelatan PON XX Papua lalu," kata Alan Singkali melalui siaran persnya pada Kamis (21/10/2021).
Fokus kerja Jokowi yang memadukan pembangunan manusia dan pembangunan infrastruktur, lanjut Alan, telah menipiskan kesenjangan antar strata, wilayah, serta segmen lain di Indonesia.
Misalnya saja gagasan revolusi mental dan program tol laut, serta pembangunan jalan penghubung lintas Papua.
"Perhatian khusus Presiden terhadap pemberantasan radikalisme dan ujaran kebencian, telah menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi segenap warga Indonesia, khususnya kelompok-kelompok yang selama ini masih termarjinalkan," ungkapnya.
Kobar mengajak masyarakat untuk terus mendukung setiap usaha dan kerja keras Presiden Joko Widodo dengan tidak terpengaruh pada provokasi dan ujaran kebencian yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.
"Jangan ganggu beliau dengan berbagai macam isu hoax ataupun yang tidak produktif. Masih tersisa tiga tahun untuk menuntaskan pembangunan yang sempat tersendat karena penanggulangan pandemi Covid-19," kata Alan.
Menurut Alan, Presiden Jokowi dapat fokus bekerja melakukan lompatan-lompatan jauh selama dan jika selalu membangun komunikasi dan koalisi bersama rakyat.
"Terimakasih Pak Jokowi karena sampai saat ini tetap setia membangun koalisi bersama rakyat. Tetap fokus bekerja, Pak. Kami Koalisi Bersama Rakyat berada di belakang Bapak. Mari rakyat Indonesia, kita kobarkan Jokowi," tutup Alan.
BERITA LAINNYA:
Manajer PT Brantas Abipraya, kontraktor pembangunan Waduk Krueng Keureto (masyarakat lokal menyebutnya Waduk Jokowi), Gea Fahmi, mengklaim tidak ada peristiwa pemblokiran jalan oleh masyarakat lokal dan pemilik lahan di sekitar waduk Jumat (22/10/2021).
Pemilik lahan di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara sebelumnya melakukan blokade jalan pada Jumat.
“Hari ini tidak ada aksi apa-apa. Hari Jumat memang tidak ada aktivitas di lokasi pembangunan, karena mengikuti kearifan lokal,” kata Gea, dihubungi per telepon, Jumat.
Saat ditanya, soal aksi warga itu apakah berdampak pada penghentian sementara pembangunan, Gea menyebutkan, timnya masih bertugas untuk menyelesaikan kontruksi bendungan.
“Untuk kegiatan konstruksi bendungan masih berlanjut, yang terhenti hanya lokasi pengambilan material saja,” sebut Gea.
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Utara, Erfendi, dihubungi terpisah, menyebutkan, terjadi sengketa antar dua desa yaitu Desa Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas dan Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, tentang tapal batas wilayah antar dua desa itu.
Tapal batas inilah yang menjadi lokasi pengambilan material untuk pembangunan Waduk Krueng Keureto, Aceh Utara.
“Proses hukum masih berlangsung. Setahu saya masih kasasi di Mahkamah Agung. Jadi, tidak bisa dibayar dulu ganti rugi lahan lokasi pengambilan tanah untuk waduk itu. Kan dalam proses hukum memang belum boleh kami bayarkan. Nanti setelah selesai semua, baru dibayar,” terang dia.
Tapal batas ini berada di dua desa yaitu Desa Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas, dan Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara.
Warga dari keduanya mengklaim sebagai pemilik lahan.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara memutuskan bahwa Desa Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara sebagai pemilik lahan.
Sebaliknya, Pengadilan Tinggi Banda Aceh menganulir putusan Pengadilan Negeri Lhoksukon dan memenangkan Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong sebagai pemilik lahan.
Lalu, Desa Plu Pakam melakukan kasasi ke Mahkamah Agung RI atas putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh itu.
“Setelah selesai proses hukum dari Mahkamah Agung (MA) maka kami putuskan siapa yang berhak sebagai pemilik lahan yang sah,” pungkas Erfendi.
Berita Nasional Lainnya
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Spanduk Mendukung 7 Tahun Kepemimpinan Jokowi Bertebaran di Berbagai Daerah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/spanduk-dukungan-kepada-jokowi-dipasang-di-berbagai-daerah.jpg)