Breaking News:

Berita Sikka

Penganiaya Pemuda Beru - Maumere, Sikka Hingga Tewas Diringkus Polsek Kewapante

Satu pelaku penganiayaan berat hingga menyebabkan pemuda asal Kelurahan Beru, Sikka meninggal dunia telah diringkus Tim Polsek Kewapante, Sabtu, 23 Ok

Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
Penganiaya Pemuda Beru - Maumere, Sikka Hingga Tewas Diringkus Polsek Kewapante
Istimewa
PENANGKAPAN-Penangkapan kasus penganiayaan berat hingga korban tewas di Desa Tanaduen, Sikka oleh Tim Polsek Kewapante.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | MAUMERE-Satu pelaku penganiayaan berat hingga menyebabkan pemuda asal Kelurahan Beru, Sikka meninggal dunia telah diringkus Tim Polsek Kewapante, Sabtu, 23 Oktober 2021 pagi.

"Satu pelaku telah diringkus pada hari Sabtu tanggal 23 Oktober 2021 pukul 08.30 wita bertempat di Kampung Botan, Desa Munerana, Kecamatan Hewokloang. Kapolsek Kewapante, Iptu Yance Yauri Kadiaman, SH bersama Kanit Intelkam dan Anggota Polsek Kewapante melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan atas nama Henderikus Balsana Bogar Alias Oni yang terjadi di Bolawolon, Desa Tanaduen, Kec. Kangae Kab. Sikka pada hari Sabtu tanggal 23 Oktober 2021 pukul 00.30 wita," kata Kapolres Sikka, AKBP Sajimim melalui Kasie Humas, Iptu Margono, Sabtu, 23 Oktober 2021 pagi.

Ia menjelaskan, pihak polisi bergerak cepat agar pelaku ditangkap dan mengimbau keluarga korban tetap tenang karena polisi sedang bekerja.

Sebelumnya,Marcelo Selestino Rosario, pemuda berusia 19 tahun asal Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka dianiaya hingga meninggal dunia, Sabtu, 23 Oktober 2021 sekira pukul 00.30 wita.

Baca juga: Spesialis Bedah Saraf, dr Elric Ungkap BPJS Membantu Warga Selama Proses Pengobatan

Marcelo alias Celo dianiaya hingga tewas sesuai laporan Michael Melison Karo yang mendatangi Polsek Kewapante, Sabtu, 23 Oktober 2021 pukul  02.00 wita.

Michael dalam laporannya menegaskan Celo diduga dianiya hingga tewas oleh pelaku yang masih dalam status lidik.

Ia juga menjelaskan, kalau korban dianiaya sampai tak bernyawa pada Sabtu, tanggal 23 Oktober 2021 sekitar pukul 00.30 wita di jalan Trans Maumere- Larantuka tepatnya di Dusun Bolawolon, Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.

Michael dalam laporan menjelasan,  benar pada hari Sabtu, tanggal 23 Oktober 2021 sekitar pukul 00.30 wita bertempat di Jalan Trans Maumere- Larantuka, tepatnya di Dusun Bolawolon, telah terjadi kasus tindak pidana penganiayaan berat dan ada dugaan pembunuhan atas Celo.

Yang mana sepulang dari tempat pesta korban dan teman-temannya dikejar oleh pelaku dan teman-temannya dengan menggunakan sepeda motor. Kemudian pelaku memegang pisau, parang dan linggis. Setiba di TKP salah satu pelaku menikam korban di bagian dada sebanyak 1 kali dengan menggunakan sebilah pisau.

Korban langsung terjatuh dari motor lalu sempat melarikan diri di kebun dan di tolong oleh beberapa saksi dan diantar ke Rumah Sakit  Kewapante dan korban dinyatakan meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut Michael mendatangi SPKT Polsek Kewapante untuk melaporkan kejadian tersebut.

Kapolres Sikka, AKBP Sajimin melalui Kasie Humas, Iptu Margono membenarkan adanya kasus di Desa Tanaduen.

"Sudah ditangani," kata Margono saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di Maumere, Sabtu, 23 Oktober 2021 pagi.(ris)

Berita Sikka Lainnya :
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved