Breaking News:

Liga 1

Dampak Pelemparan Bus Arema, Agenda Venue Seri 3 Liga 1 di Jatim dan Kehadiran Penonton Jadi Kabur

Peristiwa perusakan bus Arema FC di Yogyakarta berdampak pada rencana penyelenggaraan Seri 3 BRI Liga 1 yang semula direncanakan akan digelar di Jatim

Editor: Ferry Ndoen
SURYAMALANG.COM/@juragan_99
Kondisi bus Arema FC yang rusak setelah diserang sekelompok orang saat parkir di depan hotel di Yogyakarta, Rabu (20/10/2021) 

POS KUPANG.COM - Peristiwa perusakan bus Arema FC di Yogyakarta berdampak pada rencana penyelenggaraan Seri 3 BRI Liga 1 yang semula direncanakan akan digelar di Jatim.

Peristiwa anarkis perusakan bus Arema oleh oknum suporter itu juga bisa mengancam rencana penyelenggaraan pertandingan Liga 1 yang bisa dihadiri penonton di stadion.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita menyatakan penyerangan bus Arema FC pada Rabu (20/10/2021) malam WIB turut menjadi pertimbangan PT LIB untuk kemungkinan menggelar seri ketiga Liga 1 2021 di wilayah lain di luar Jawa Timur.

Seperti diketahui, malam tadi bus Arema FC baru saja dilempari batu oleh oknum suporter tak bertanggung jawab.

Baca juga: Persiraja dan Arema Lama Tak Bertemu di Laga Resmi, Ini Data Head to Head Dua Tim Sama-sama Kuat?

Rupanya, satu di antara mereka ketahuan merupakan suporter Persebaya Surabaya, yang notabene merupakan rival abadi Arema FC.

"Saya jujur mengecam, karena itu pasti bukan suporter yang sesungguhnya. Itu pasti oknum yang berlaku tidak pantas dengan merusak suasana kita yang lagi menjalankan liga dengan prokes ketat dan kedamaian. Kan lagi diproses sama polisi," kata Hadian.

"Apalagi kita lagi proses bagaimana penonton bisa hadir. Belum apa-apa sudah merusak suasana, dan saya yakin itu bukan suporter yang sebenarnya."

"Saya sih khawatir, kita kan capek-capek mengurus izin, semua klub juga sudah bergerak, semua pertandingan sudah berjalan. Yang kasihan itu suporter sebenarnya. Kalau ada hukuman dari PSSI bahwa nggak boleh ada penonton kan kasihan karena segelintir orang ini."

"Saya dukung penindakan karena itu tidak mewakili suporter yang sebenarnya. Suporter yang sebenarnya itu kondusif," katanya lagi.

Iklan untuk Anda: Gadis ini hasilkan 12 miliar rupiah dalam 28 hari dengan cara ini
Advertisement by

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved