Berita Flores Timur

Saatnya Memanfaatkan Media Sosial untuk Membuka Jejaring

Wakil Ketua Agupena Flores Timur, Asy'ari Hidayah Hanafi alias Ary Toekan mengatakan, di era teknologi saat ini, sudah sepatutnya kemampuan masyarakat

Editor: Ferry Ndoen
(POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)
Foto: Wakil Ketua Agupena Flores Timur, Asy'ari Hidayah Hanafi alias Ary Toekan 

Saatnya Memanfaatkan Media Sosial untuk Membuka Jejaring

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Wakil Ketua Agupena Flores Timur, Asy'ari Hidayah Hanafi alias Ary Toekan mengatakan, di era teknologi saat ini, sudah sepatutnya kemampuan masyarakat diarahkan pada kecerdasan arus informasi digital dan adab saat bermedia sosial.

“Ketika kita sudah memiliki akun media sosia, kita harus bijak dan taat kepada aturan bermedia sosial. Kalau kita arahkan media sosial untuk hal baik, maka banyak manfaat yang kita dapatkan,” ujar guru SMPN Panca Marga Kolimasang ini saat Webinar Literasi Digital di Kabupaten Flores Timur, Kamis 14 Oktober 2021.

Menurut dia, di Flores Timur, masyarakatnya senang menggunakan platform media sosial facebook. Maka, masyarakat bisa memanfaatkan facebook untuk membagikan konten-konten yang menarik dan positif.

Setelah mengetahui aturan, bisa memaksimalkan potensi diri, melalui hobi, bisnis, pekerjaan, dan lainnya. Dari segi bisnis, media sosial dimanfaatkan sebagai wadah untuk mengiklankan produk bahkan dapat dilakukan secara cuma-cuma.

Baca juga: Begini Persiapan Panitia Jelang Peparnas VXI Papua, Alat Bantu bagi Atlet Disediakan

"Beberapa kenalannya telah memanfaatkan media sosial untuk bisnis dan beriklan di sana, mencari klien, hingga publikasi karya. Saya sendiri telah memaksimalkan media sosial untuk menulis buku, bahkan telah mencapai kancah mancanegara," katanya.

Ia mengatakan, pemanfaatan seperti ini mencerminkan budaya media sosial yang cerdas. Melalui media sosial, masyarakat dapat membangun jejaring (Networking) membuka peluang bagi orang lain untuk mengenali dan melihat potensi yang kita miliki.

"Dengan networking yang luas, saya mampu menulis sebuah buku antologi bersama teman-teman dari berbagai negara. Tepatnya ada 201 penulis dari sembilan negara di dunia," katanya.

“Di masa pandemi, kita harus mengupgrade diri kita, kemampuan, dan kualitas di bidang digital. Sudah banyak beredar pelatihan-pelatihan secara online. Sehingga kita jadikan media sosial sebagai guru,” sambungnya.

Ia menambahkan, media sosial sebagai guru berarti bisa menambah ilmu melalui media sosial.

"Kita bisa mencari informasi yang bermanfaat di dalamnya," tandasnya.

Untuk diketahui, Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021-untuk Indonesia #MakinCakapDigital, diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar ini digelar di wilayah Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamis (14/10/2021), yang menghadirkan pembicara, Nannette Jacobus (Branding Strategist), Adji Srihandoyo (Business Development Director), dan Denny Abal (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (*)

Berita Flores Timur Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved