Breaking News:

Berita Pemprov NTT

NTT Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Karantina Pertanian ke 144

terbitnya Staatsblad nomor 432 tahun 1912 tentang Peraturan Campur Tangan Pemerintah dalam Lapangan Kehewanan dan Polisi Kehewanan. 

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (Kanan), Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (Tengah) dan Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi (Kiri) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tuan rumah perayaan Hari Karantina Pertanian ke 144 tahun 2021. 

Upacara dipimpin oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo. Turut hadir dalam upacara tersebut perwakilan Badan Karantina se-Indonesia.

Dalam amanatnya Menteri Limpo mengungkapkan alasan perayaan Hari Karantina Pertanian di NTT adalah karena dia menyoroti Provinsi yang pemimpinnya punya semangat.

"Sengaja dipilih NTT karena Gubernur NTT terlalu semangat. Upacara ini harusnya di Jakarta tapi mulai hari ini saya bilang pilih Gubernur yang paling semangat yang mau ngurus dan yang mau berpihak pada rakyatnya pilih itu. Apapun," ungkapnya.

"Siapa lagi yang mau perbaiki negara ini, bngsa ini kalau bukan kita? Allah kurang apa menyiapkan lahan dan alam yang subur?" tambahnya.

Baca juga: Wapres dan Pemprov NTT Gelar Rapat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim

Lanjut dia, ekspor pertanian terus mengalami peningkatan hingga semester satu tahun 2021 sebesar 39.9 persen dan tingkat kesejahteraan petani terus mengalami peningkatan. 

"Berdasarkan berita resmi BPS bulan Oktober 2021, nilai tukar petani pada September 2021 sebesar 105.68 persen dan nilai tukar usaha pertanian sebesar 105.58 persen. 105 persen ini nanti ditetapkan dalam renstra 2024," ujarnya.

Terkait karantina Menteri Limpo mengatakan, hal ini penting bagi negara karena arantina menjadi pintu dan menjaga semua hama penyakit yang dibawa oleh tumbuhan dan hewan baik hidup maupun mati masuk ke Indonesia. 

"Oleh karena itu tugas karantina sangat berat. Saya terimakasih kepada Pak Gubernur NTT yang telah melihat ini sebagai sesuatu kepentingan bangsa negara. Ingat, kita 273 juta orang yang akan makan. Kita punya pertanian cukup bagus tapi kalau bio terorism masuk, hama dimasukkan pada negara besar ini dan tidak ada yang menjaganya ini akan bersoal pada kesehatan hewan kita, kepada pertanian kita yang rentan dengan hama. Tidak hanya itu, ini akan bisa menghancurkan ekonomi kita secara keseluruhan," jelas Mentan.

Baca juga: Pemprov NTT Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Susanti dan Angga Silitonga

Dalam Risalah 144 Tahun Hari Karantina Pertanian yang dibacakan saat upacara dijelaskan, pada tahun 1877 untuk pertama kalinya pemerintah Hindia Belanda menerbitkan ordonansi dalam bidang perkarantinaan tumbuhan di Indonesia. 

Peraturan tersebut adalah Staastsblad Hindia Belanda nomor 262 yang berisi larangan pemasukan tanaman dan biji kopi dari Sri Lanka, disusul terbitnya Staatsblad nomor 432 tahun 1912 tentang Peraturan Campur Tangan Pemerintah dalam Lapangan Kehewanan dan Polisi Kehewanan. 

Tanggal 8 Juni 1992 menjadi tonggak penting dalam perkembangan sejarah perkarantinaan nasional karena pemerintah dan Parlemen menyetujui lahirnya Undang - Undang nomor 16 tahun 1992. 

Tahun 2019 Presiden Joko Widodo menandatangani Undang - Undang nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan yang diundangkan melalui berita negara nomor 6411 pada tanggal 18 Oktober 2021.(*)

Berita Pemprov NTT Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved