Breaking News:

Berita Nagekeo

Angka Kemiskinan di Nagekeo Mengalami Penurunan Selama Tiga Tahun Terakhir

Meski Pandemi, Angka Kemiskinan di Nagekeo Mengalami Penurunan Selama Tiga Tahun Terakhir

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kepala BPS Nagekeo, Abdul Azis 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, MBAY-Angka kemiskinan di Kabupaten Nagekeo mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir yang dimulai dari tahun 2018 hingga 2020.

Meskipun pandemi covid-19 melanda dunia, namun dampak pandemi belum berkontribusi terhadap penambahan angka kemiskinan di Nagekeo.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Nagekeo, Abdul Azis mengatakan hal tersebut kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya, Selasa 19 Oktober 2021.

Abdul mengungkapkan, berdasarkan data yang dikeluarkan  BPS Nagekeo, angka kemiskinan di Kabupaten Nagekeo pada tabun 2018 sebesar 12,98 persen.

Baca juga: Di Kabupaten Nagekeo, Warga Ramai-ramai Datangi Kantor Kelurahan Towak Terima Vaksin

Angka kemisinan tersebut mengalami kemudian kembali mengalami penurunan pada tahun 2019 yang hanya sebesar 12,85 persen. Kemudian tahun 2020 terus mengalami penurunan sehingga hanya sebesar 12,61 persen.

"Jadi perkembangan angka kemiskinan di Kabupaten Nagekeo, tiga tahun berturut-turut cenderung mengalami penurunan," jelasnya.

Abdul mengungkapkan, berdasarkan data terakhir tahun 2020, masalah pandemi covid-19 belum berdampak terhadap angka kemiskinan di Kabupaten Nagekeo. Meskipun demikian, pihaknya juga belum mengetahui data terakhir pada tahun 2021 karena hasil perhitungan belum keluar.

Menurutnya, dampak pandemi covid-19 terhadap kemiskinan di Kabupaten Nagekeo tahun 2020 pasti ada. Hal itu karena berbagai kebijakan yang diambil pemerintah seperti PPKM dan pembatasan aktivitas pada sektor usaha.

Namun dirinya optimis bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah tersebut tidak secara signifikan kemudian menyumbang angka kemiskinan karena struktur ekonomi masyarakat di Nagekeo ditopang oleh sektor pertanian 

Selain itu, tambah Abdul disaat yang bersamaan, pemerintah juga sangat agresif menyikapi kebijakan tersebut dengan berbagai program seperti BLT, bantuan UMKM, dan bantuan bagi pra kerja.

"Semoga kebijakan itu tidak berdampak banyak terhadap angka kemiskinan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Abdul berharap, karena sebagian besar ekonomi masyarakat di Kabupaten Nagekeo ditopang oleh pertanian, maka pemerintah daerah harus mendorong industrialisasi pada sektor pertanian.

"Karena potensi pertanian sudah ada, tetapi industri belum ada. Nah saya pikir pemerintah daerah perlu mendorong industrialisasi sektor pertanian," ungkapnya. (*)

Baca Berita Nagekeo Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved