Breaking News:

Berita Flores Timur

Tim Pemenangan Calon Kades Kolilanang Gugat Panitia Pilkades

Tim pemenangan calon kepala desa (Kades) Desa Kolilanang, Siprianus Kopong Koli menggugat panitia Pilkades

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Surat suara Pilkades Kolilanang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, ADONARA- Tim pemenangan calon kepala desa (Kades) Desa Kolilanang, Siprianus Kopong Koli menggugat panitia Pilkades, Senin 18 Oktober 2021. 

Ketua tim pemenangan yang minta namanya tidak dipublikasikan mengatakan, gugatan itu dilayangkan karena ada dugaan kecurangan panitia Pilkades melalui daftar pemilih tetap (DPT). 

Menurut dia, pihaknya mengantongi bukti ada tiga warga dari luar desa Kolilanang yang ikut memberikan hak pilih saat Pilkades pada Sabtu 16 Oktober 2021. Selain tiga warga dari luar desa, juga sebanyak 31 warga yang ada di basis mereka, tidak terakomodir dalam DPT. 

"Bukti kami sudah jelas. Ada tiga warga dari luar Desa Kolilanang yang tidak miliki surat domisili ikut Pilkades. Mereka sudah menikah lama di desa Kolimasang, tapi masuk dalam DPT. Kami tidak sebut panitia tidak kerja. Mereka (panitia) bekerja, tapi kenapa hasilnya begini? Dalam proses pemutakhiran data, panitia wajib melakukan verifikasi DPT. Panitia kan orang dalam desa, masa dia tidak kenal warganya. Kinerjanya asal jadi," ujarnya kepada wartawan, Minggu 17 Oktober 2021.

Baca juga: Begini Hasil Pilkades Serentak di Kecamatan Adonara dan Kelubagolit Flores Timur

"Ada juga dua warga yang sudah meninggal dunia lama, tapi dimasukan dalam DPT," sambungnya. 

Menurut dia, 31 warga yang tidak dimasukkan dalam DPT, saat ini sudah menyerahkan KTP dan membuat surat pernyataan merasa dirugikan karena tidak masuk dalam DPT. 

Ia mengaku sudah mendaftar gugatan ke panitia Pilkades kabupaten untuk meminta pembatalan hasil Pilkades Kolilanang. 

"Kami minta dibatalkan karena ada bukti kecurangan panitia. Ini sudah ada strategi manipulasi yang dibangun," tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Kolilanang, Karolus Kopong Wulan mengatakan panitia sudah melakukan tahapan sesuai aturan dari penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) hingga Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Proses itu sudah dilewati. DPT diambil dari DPT Pileg 2019. Panitia meneliti data dari desa lalu turun lakukan pendataan ulang hingga daftar pemilih tambahan sebelum menetapkan DPT. Tugas panitia menginformasikan ke masyarakat. Nama-nama pemilih ditempelkan ke setiap dusun maupun  diumumkan melalui corong desa selama tiga hari. Jika ada warga yang namanya belum masuk DPT maupun  pemeilih tambahan, segera laporkan ke RT/RW lalu dilaporkan ke panitia. Itu juga ada yang laporkan, ada juga yang tidak sampai pada tahap pemutahiran data. Kami juga manusia mungkin ada kesilapan, karena banyak warga, tapi satu sisi ini juga kelemahan masyarakat karena tidak laporan ke RT/RW," jelasnya. 

Ia membantah jika panitia disebut melakukan kecurangan dalam penetapan DPT. "Sebagai panitia, kami siap hadapi gugatan. Kami sudah kerja sesuai aturan. Tahapan sudah dilewati dan gugatan ditahapan sebelumnya, tidak akan diterima. Apalagi ini bukan soal hasil pemilihan, tapi masalah DPT. Panitia siap bertanggungjawab jika digugat. Karena panitia bukan saja bertanggungjawab terhadap pemerintah, tapi juga lewotanah," tandasnya. 

Untuk diketahui, dalam Pilkades Sabtu 16 Oktober 2021, Ferdinand B. Bain memperoleh suara tertinggi dari empat calon lainnya. Ferdinand memperolehh 362 suara dari 781 pemilih. Sedangkan, Siprianus Kopong Koli memperoleh 340 suara. (*)

Baca Berita Flores Timur Lainnya
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved