Breaking News:

Berita Sumba Timur

Termasuk Wilayah Prioritas Pengurangan Kemiskinan Ekstrem, Bupati Praing: Sinergi Pusat Hingga Desa 

untuk memberikan dukungan tambahan bagi kelompok miskin ekstrem di 5 kabupaten prioritas di NTT pada tahun 2021 ini.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Bupati Sumba Timur Drs. Khristofel Praing,M.Si 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Bupati Khristofel A. Praing mengaku tidak dapat bekerja sendiri untuk menuntaskan persoalan kemiskinan di Kabupaten Sumba Timur.

Saat ini, Sumba Timur ditetapkan menjadi satu dari lima Wilayah Prioritas Pengurangan Kemiskinan Ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2021.

Berdasarkan Kepmensos nomor 18 HUK/2019, sebanyak 5 kecamatan di Kabupaten Sumba Timur ditetapkan sebagai kecamatan dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi. Kecamatan tersebut terdiri dari Kecamatan Lewa, Kecamatan Umalulu, Kecamatan Pandawai, Kecamatan Nggaha Oriangu dan Kecamatan Kambera. 

Sementara berdasarkan Perpres 63/2020 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2020-2024, sebanyak 2 desa masuk kategori sangat tertinggal, 57 desa tertinggal, 79 desa berkembang dan 2 desa maju. 

Bupati Praing mengatakan, dibutuhkan sinergi dan komitmen bersama seluruh level pemerintahan dari pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa untuk melakukan percepatan pengurangan kemiskinan ekatrem di wilayah itu. 

Baca juga: Gantikan Filsafat, Iptu Maryana Resmi Jadi Kasat Narkoba Polres Sumba Timur

"Kita tidak bisa menempatkan pemerintahan pada level manapun untuk berdiri sendiri termasuk di tingkat kabupaten (seperti Sumba Timur). Justru harus bersinergi dari pusat hingga desa, sehingga dengan komitmen bersama dapat dilakukan percepatan pengurangan kemiskinan ekstrem," ujar Bupati Praing menjawab POS-KUPANG.COM, Minggu 17 Oktober 2021 malam. 

Terkait tantangan dan permintaan Wapres Ma'ruf Amin dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2021 di Provinsi NTT yang berlangsung di Kupang pada Minggu Sore, Bupati Praing menyebut akan mendorong pemanfaatan dana desa untuk intervensi percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem tersebut. 

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, demikian Bupati Praing, menetapkan strategi percepatan penanggulangan kemiskinan dengan optimalisasi berbagai pengelolaan dan penanganan persoalan dengan intervensi menggunakan kolaborasi sumber pembiayaan APBD dan dana desa. 

"Saya akan tegaskan untuk dana desa. Tadi sudah ditegaskan Mendagri juga, harus ada dana desa yang digunakan untuk kemiskinan ekstrem," ujar Bupati Praing. 

Baca juga: Tambah Satu Kasus Positif dan Tiga Pasien Sembuh di Sumba Timur

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved