Breaking News:

Berita Sumba Timur

Sumba Timur Masuk Lima Wilayah Prioritas Pengurangan Kemiskinan Ekstrem di NTT

jumlah penduduk miskin Kabupaten Sumba Timur mencapai  77.300 jiwa dengan 45.550 jiwa masuk kategori penduduk miskin ekstrem.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Sumba Timur Masuk Lima Wilayah Prioritas Pengurangan Kemiskinan Ekstrem di NTT
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA 
Bupati Sumba Timur Khristofel Praing saat mengunjungi warga miskin di wilayah itu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Kabupaten Sumba Timur di Pulau Sumba menjadi satu dari lima Wilayah Prioritas Pengurangan Kemiskinan Ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2021.

Pemilihan 5 kabupaten prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2021 tersebut, didasarkan bukan hanya pada kriteria persentase tingkat kemiskinan ekstrem, tetapi juga dikombinasikan dengan jumlah masyarakat miskin ekstrem di wilayah tersebut.  

Berdasarkan keterangan tertulis dari Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT, ukuran tingkat kemiskinan ekstrem yang digunakan, mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa Bangsa, yakni sebesar 1,9 dolar AS PPP (purchasing power parity) per kapita per hari, di bawah ukuran tingkat kemiskinan umum yang digunakan BPS yaitu sebesar 2,5 US dolar PPP per kapita per hari.

Kabupaten Sumba Timur menyumbang 45.550 jiwa penduduk miskin ekstrem dari total jumlah penduduk miskin ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara yang mencapai 212.672 jiwa dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem 89.410 RT. Tingkat tingkat kemiskinan ekstrem di Sumba Timur pun mencapai 17,47%. 

Berdasarkan Indikator Kesejahteraan Sosial Utama 5 Kabupaten Prioritas TA 2021 di Provinsi Nusa Tenggara Timur, jumlah penduduk miskin Kabupaten Sumba Timur mencapai  77.300 jiwa dengan 45.550 jiwa masuk kategori penduduk miskin ekstrem.

Baca juga: Potensi Non Aktif Sejak 1 Oktober, Warga Sumba Timur Diminta Cek & Aktifkan Kembali Kartu KIS PBI

Sementara tingkat kemiskinan sebesar 29,65% dan tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 17,47%.

Diukur dari tingkat pendidikan kepala rumah tangga miskin ekstrem, sebanyak 57,79% tidak bersekolah, hanya 26,04% lulus SD, 2,55% lulus SMP, 12,14% lulus SMA, dan 1,48% lulus PT. 

Berdasarkan lapangan pekerjaan, sebanyak 55,82% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif dan bekerja di sektor pertanian. Sementara dari infrastruktur dasar, sebanyak 3,0% rumah tangga miskin ekstrem tidak memiliki rumah sendiri, 6,94% tidak memiliki listrik, 46,06% tidak memiliki toilet, 40,42% tidak memiliki akses air minum layak.

Berdasarkan akses Keuangan dan Sumber Pembiayaan, hanya sebanyak 30,37% penduduk miskin ekstrem memiliki akses terhadap kredit/pembiayaan, dengan sumber pembiayaan yang berasal dari KUR, bank umum, BPR, koperasi, perorangan, pegadaian, leasing, KUBE/KUB, BUMDES, lainnya. Sementara itu, hanya 20,86% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved