Breaking News:

Kajari Lembata Azrijal Bicara “Ngawur”

Publik harus mengingatkan Kajari Azrijal agar jangan asal omong kasus tanah Merdeka kalau tidak memahami alur proses hukumnya selama ini.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Kajari Lembata Azrijal Bicara “Ngawur”

(Perihal Substansi Hukum dan Kronologi Kasus Tanah Merdeka)

Oleh Steph Tupeng Witin
Jurnalis, Penulis Buku “Lembata Negeri Kecil Salah Urus” (NI 2016)

POS-KUPANG.COM - Penulis terperangah saat membaca pernyataan “ngawur” dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lembata, Azrijal yang baru “mendarat” di tanah Lembata, Rabu 28 Juli 2021 perihal substansi proses hukum kasus dugaan mafia tanah Merdeka, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata.

“Ngawur” adalah kata Bahasa Sunda yang sudah lazim digunakan dalam pembicaraan harian. Kata “ngawur” memiliki arti: tak bertalian, asal-asalan dan tidak logis.

Penulis kutip lurus-lurus potongan berita “ngawur” Kajari Azrijal itu:
Kepada wartawan di Kupang, Kamis (7/10/2021) malam, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Lembata, Azrijal, SH, MH yang didampingi Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, SH dan Herry C. Franklin, SH, MH, menjelaskan, sebelumnya kasus dugaan korupsi tersebut masih berstatus penyelidikan (Lid), namun karena ditemukannya unsur perbuatan melawan hukum (PMH), maka penyidik Tipidsus meningkatkan kasusnya ke tingkat penyidikan (Dik).

“Saat ini kasusnya sudah berstatus penyidikan (Dik) karena penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Lembata telah menemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum (PMH),” jelas Kajari Azrijal.

Untuk menuntaskan kasus itu, lanjut dia, tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Lembata tengah berupaya mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi dan alat bukti berupa surat agar membuat kasus tersebut terang benderang.

Baca juga: Peringati HUT Otonomi Lembata, Warga Lewoleba: Saatnya Kita Punya Infrastruktur yang Baik

Menurut Kajari, setelah mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi lainnya, maka penyidik Tipidsus akan kembali menggelar ekspose untuk menentukan siapa-siapa yang dianggap paling bertanggung jawab (Media NTT.Com (08/10/2021).

Pembaca yang tidak tahu dan paham alur proses hukum kasus dugaan mafia tanah Merdeka ini pasti mengerti bahwa kasus ini baru ditangani Kajari Azrijal ini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved