Breaking News:

Berita Sikka

Polisi Uji Keterangan Tersangka Kasus Pembunuhan Remaja 17 Tahun di Bola Sikka, Gelar Rekon

Penyidik Polres Sikka akan menggelar rekonstruksi kasus dugaan tindak pidana pembunuhan atas Yoris, remaja berusia 17 tahun yang menjadi korban pembun

Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
PK/RIS
Kapolres Sikka, AKBP Sajimin. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM / MAUMERE-Penyidik Polres Sikka akan menggelar rekonstruksi kasus dugaan tindak pidana pembunuhan atas Yoris, remaja berusia 17 tahun yang menjadi korban pembunuhan di Desa Ipir, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka.

Rekon ini adalah suatu tehknik yang diterapkan pada tingkat penyidikan suatu kasus guna menilai kebenaran keterangan yang telah diperoleh dari tersangka dan saksi-saksi.

Yang mana tujuan paling utama diperlukannya rekonstruksi adalah untuk mendapat gambaran yang jelas tentang terjadinya suatu tindak pidana tersebut dan untuk menguji kebenaran keterangan tersangka ataupun saksi yang ada sehingga dapat diketahui benar tidaknya tersangka melakukan tindak pidana seperti yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

“Proses pemeriksaan saksi dilakukan. Para saksi dan para tersangka telah diperiksa dan semua proses pemeriksaan telah dituangkan dalam BAP.

Baca juga: Vaksinasi Warga di Kota Kupang Telah Mencapai 80 Persen, Ini Datanya

Saat ini, penyidik akan menggelar rekon dalam waktu guna menguji keterangan para pihak baik saksi dan tersangka dalam kasus ini,” kata Kapolres Sikka, AKBP Sajimin melalui Kasie Humas, Iptu Margono di Mapolres Sikka ketika ditemui wartawan, Kamis, 14 Oktober 2021 siang.

Ia menjelaskan, para tersangka kasus dugaan tindak pidana pembunuhan atas Yoris, remaja 17 tahun asal Dusun Habibola, Desa Waihawa, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka telah menjalani proses pemeriksaan di Unit Pidum Polres Sikka.

Yang mana para tersangka dalam proses pemeriksaan atas Yoris tidak membantah dan mengakui perbuatan mereka dan telah ditahan atas kasus Yoris di Desa Ipir, Kecamatan Bola.Para tersangka mengaku kalau korban sebelum dihajar dengan pisau sempat ada perkelahian. Ada satu pelaku sempat berkelahi lalu pelaku kedua datang memeluk korban.

Saat korban dipeluk ada pelaku ketiga yang datang langsung menghajar korban dengan benda tajam hingga bersimbah darah. Korban lalu terjatuh ke tanah dan sempat berusaha menyelamatkan diri tapi akhirnya meninggal dunia di jalan raya Desa Ipir.

Sebelumnya, ketiga pelaku tewasnya Yoris berinisial MR, AN dan TD dijerat dengan pasal pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak dan pasal 170 KUHP ayat 2 ketiga KUHP dengan  ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved