PON Papua

NTT Merebut 5 Emas, 10 Perak dan 9 Perunggu

Kontingen Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) mengakhiri pertarungannya di PON XX Papua 2021

Penulis: Sipri Seko | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/SIPRI SEKO
Atletik menyumbang medali terakhir bagi kontingen NTT di PON XX Papua 2021, Kamis (14/10/2021) 

POS-KUPANG.COM, JAYAPURA - Kontingen Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) mengakhiri pertarungannya di PON XX Papua 2021, Kamis 14 Oktober 2021. Menduduki posisi 19 di klasemen perolehan medali, Provinsi Nusa Tenggara Timur membawa pulang lima medali emas, sepuluh perak dan sembilan perunggu.

Atletik menjadi penyumbang terakhir medali bagi Provinsi NTT. Setelah sejak hari pertama selalu gagal, pada perlombaan terakhir di Kabupaten Mimika, Kamis 14 Oktober 2021, atletik berhasil merebut dua medali perunggu.

Medali perunggu pertama direbut Matius Wuli di nomor lari 3.000 M Halang Rintang. Satu medali perunggu disumbangkan Afriana Paijo di nomor lari 3.000 M Halang Rintang

KONI NTT sebelumnya menargetkan minimal sepuluh medali emas akan dibawa pulang NTT. Target ini dibebankan ke tinju dan pencaksilat masing-masing dua medali emas dan kempo enam medali emas. Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh yang ditemui di Jayapura, Papua, mengatakan, target itu realistis berdasarkan hasil di pra PON maupun POBN XIX 2016.

Baca juga: Inilah Peraih Medali NTT di PON XX PAPUA 2021

“Kita boleh menargetkan, namun ternyata hasil di lapangan berbeda. Contohnya saja, di kempo ternyata jauh dari prediksi kita. Tinju juga, ternyata tidak bisa mendapatkan medali emas. Padahal anak-anak kita bertanding dengan sangat baik. Memang kita kesal dan kecewa, namun itulah sebuah pertandingan. Kalah dan menang harus siap terima,” kata Andre Koreh.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi secara terpisah memberikan apresiasi kepada seluruha atlet NTT yang sudah bertanding di PON XX Papua 2021. Yoseph mengatakan, perjuangan para atlet NTT sangat luar biasa dan tidak kalah kualitas dengan daerah lain.

“Sudah sepantasnya kita berikan apresiasi kepada para atlet NTT. Mereka luar biasa. Sebelumnya KONI sudah tetapkan target, namun itu tidak tercapai. Tapi apapun itu, mereka saya sebut sudah luar biasa. Mereka mampu menampilkan hasil yang terbaik. Saya memang lihat di tinju dan kempo misalnya, ada sedikit persoalan, namun memang harus kita terima,” tegas Nae Soi.

Nae Soi mengatakan, seluruh kontingen NTT baik atlet, pelatih, ofisial maupun pendamping lainnya, akan diterima secara resmi oleh Pemerintah Provinsi NTT. Dia mengatakan, penerimaan secara resmi akan dilaksanakan di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT.

“Kita akan terima secara resmi. Oleh karena jadwal kepulangan tiap cabang beda-beda, maka penerimaan akan kita satukan di Aula El Tari, untuk sementara masih kita koordinasikan waktunya,” kata Josef Nae Soi.

Sebelumnya, Josef Nae Soi memastikan pemerintah setempat menyediakan hadiah untuk para atlet dari NTT yang meraih medali pada ajang PON XX Papua 2021. "Hadiah pasti ada untuk para atlet yang berhasil mengharumkan nama NTT melalui perolehan medali di PON Papua," katanya.

Josef Nae Soi mengatakan ia tidak menyebutkan dahulu terkait bonus apa yang disiapkan pemerintah provinsi namun akan disampaikan saat penyambutan secara resmi oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat.

Sebagai perbandingan, pada PON XIX 2016, bonus yang diberikan kepada para peraih medali adalah Rp 100 juta bagi perih emas, Rp 75 juta untuk peraih perak dan Rp 50 juta bagi peraih perunggu. Selain itu, para peraih medali juga diberi bonus masing-masing satu rumah type 36.

PENUTUPAN

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia,  Ma’ruf Amin direncanakan datang ke Papua dalam rangka menutup Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, Jumat 15 Oktober 2021. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Seremoni penutupan PON XX Papua, M. Umar Reliubun.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan unsur-unsur terkait seperti Pak Gubernur Papua Lukas Enembe, pihak PB PON, dan KONI. Upacara penutupan akan dihadiri oleh Wakil Presiden,” kata dia.

Hanya saja, menurut Umar, seremoni penutupan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.00 WIT,  agak berbeda dengan seremoni pembukaan. Dimana, seremoni penutupan akan lebih kepada selebrasi kegembiraan sejak persiapan PON, hingga pelaksanaan PON dan pasca PON, terutama para penyayi yang akan mengisi acara ada artis local dan nasional.

Konsepnya, kata Umar, adalah selebrasi kreatif. Hanya saja, penari dibatasi sekitar 200 penari, dan konsep kembang api juga disiapkan seperti saat upacara pembukaan. “Ada tarian, ada music artis nasional dan local yang akan hadir. Kita akan buat semeriah mungkin. Konsep dasar selebrasi kegembiraan atas apa yang sudah kita lakukan, atlet yang sudah berhasil dalam meraih medali, panitia, pendukung lainnya. Semua kita gembira,” urai Umar.

Terkait dengan penonton yang akan masuk ke dalam stadion Lukas Enembe, Umar Reliubun memaparkan, upacara penutupan bakal menjalankan prosedur dan ketetapan sama seperti saat upacara pembukaan PON. Penonton nantinya tetap dibatasi hanya 25 persen. (eko)

Baca Berita PON Papua Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved