Breaking News:

Laut China Selatan

Misteri Kapal Selam Nuklir Menyoroti Risiko Kesalahan Perhitungan China-AS

Para ahli mengatakan bahaya meningkat ketika Beijing secara agresif memajukan klaim teritorialnya di Laut China Selatan dan Timur

Editor: Agustinus Sape
news.sky.com
USS Connecticut adalah kapal selam serang cepat kelas Seawolf. 

Misteri Kapal Selam Nuklir Menyoroti Risiko Kesalahan Perhitungan China-AS – Analisis

POS-KUPANG.COM - Sebuah insiden misterius yang melibatkan kapal selam nuklir Amerika di Laut China Selatan membuat para analis mempertimbangkan risiko bahwa kecelakaan serupa—mungkin melibatkan mitra perjanjian AS—dapat memicu kebakaran besar yang tidak diinginkan antara Amerika Serikat dan China.

Para ahli mengatakan bahaya meningkat ketika Beijing secara agresif memajukan klaim teritorialnya di Laut China Selatan dan Timur, sementara negara-negara Barat melawan dengan semakin banyak jalur angkatan laut yang dirancang untuk mendukung kebebasan navigasi melalui perairan yang diperebutkan.

Taruhannya semakin meningkat bulan lalu dengan pengumuman aliansi AUKUS baru antara Amerika Serikat, Inggris dan Australia, yang akan memberi Australia 10 kapal selam baru bertenaga nuklir.

Dalam insiden terbaru, kapal selam bertenaga nuklir AS menabrak objek bawah air yang tidak diketahui pada 2 Oktober, Armada Pasifik Angkatan Laut AS mengatakan dalam rilis berita.

Angkatan Laut mengatakan awak kapal selam kelas Seawolf USS Connecticut terluka, meskipun tidak ada nyawa yang terancam, dan mereka sedang menyelidiki apa yang terjadi.

Tetapi sebuah analisis yang diterbitkan di situs berita CGTN yang dikendalikan negara China mengatakan pekan lalu bahwa penggunaan kapal selam nuklir AS untuk “secara diam-diam melanggar wilayah maritim China di Laut China Selatan berisiko memicu perang antara dua kekuatan besar ini dengan salah perhitungan.

Analis CGTN bukan satu-satunya yang khawatir. Pakar lain mengatakan kepada VOA bahwa mereka khawatir insiden yang lebih serius antara China dan sekutu perjanjian AS seperti Jepang atau Filipina, dalam keadaan tertentu, dapat memicu tanggapan keras dari Washington.

Baca juga: Kapal Selam AS Mungkin Membuat Kesalahan Bodoh di Laut China Selatan pada Tabrakan Baru-baru Ini

Jalan keluar AS yang tepat akan tergantung pada perincian insiden yang sebenarnya, kata Scott Harold, ilmuwan politik senior yang berbasis di Washington dengan organisasi penelitian Rand Corporation.

"Apakah benjolan itu serangan atau harus mengakibatkan cedera atau kematian yang sebenarnya atau tenggelam?" tanya Harold.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved