Breaking News:

Berita Kota Kupang

Masyarakat Diminta Terlibat Dalam Penataan Wajah Kota Kupang,

penting bukan hanya dana CSR, sebab lembaga keuangan masuk dalam era keuangan yang berbasis lingkungan.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
FGD kolaborasi penataan taman kota Kupang  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Masyarakat Kota Kupang diminta untuk terlibat dan pro aktif dalam penataan wajah Kota Kupang. Karena Kota Kupang merupakan ibukota dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah sepatutnya didukung dari berbagai pihak. 

Untuk menata wajah Kota Kupang yang indah dan menarik maka perlu dilakukan berbagai upaya dan terobosan.

Salah satu langkah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) adalah menggelar Focus Group Discussions (FGD) dengan agenda setting kebijakan pengelolaan taman di Kota Kupang.

Tim Pengendali Mutu Kajian dalam Pengelolaan Taman di Kota Kupang, Dr. Frans Gana dalam materinya, mengatakan, kegiatan FGD bukan hanya menjamin kemitraan dengan pemerintah tetapi melibatkan masyarakat, pihak swasta, perguruan tinggi dan media massa.

"Penting juga pada saat implementasi dapat dilakukan pengaturan-pengaturan seperti apa. Tadi dari pihak DPRD Kota Kupang juga ada minta blue print agar pada saat pembahasan di DPRD dimasukan anggarannya,"katanya, Selasa 12 Oktober 2021 di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi NTT.

Baca juga: Peneliti Sebut Penerapan Kebijakan Tata Taman Kota Kupang Belum Maksimal

Dia mengatakan, taman yang bangun bukan hanya untuk dinikmati oleh masyarakat tetapi ada sisi pemberdayaan yang berjalan. 

"Ada pemberdayaan dari segi ekonomi, pemberdayaan edukasinya, pemberdayaan intelektual kemudian faktor budaya/historis harus muncul di taman kota,"ujarnya.

Pembangunan, menurutnya bersifat  keberlanjutan sehingga orang dari luar datang bisa membedakan dan itu menjadi fokus perhatian. Selain itu, ada faktor lingkungan yang menjadi fokus pembangunan.

Corporate social responsibility (CSR), disebut, bisa diajukan oleh pemerintah namun harus ada rekomendasi kepala daerah. Tetapi yang paling penting bukan hanya dana CSR, sebab lembaga keuangan masuk dalam era keuangan yang berbasis lingkungan.

"Jadi menyangkut penataan, perbaikan dan keberlanjutan lingkungan hidup itu menjadi fokus perhatian dan ini bisa dikerjasamakan," pungkas Komisaris Independen Bank NTT ini.

Untuk diketahui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) melibatkan Akademisi, Aktivis, Pemerhati lingkungan, Perbankan, dan Perwakilan tokoh masyarakat, Tokoh Agama maupun Tokoh Pemuda Kota Kupang. (*)

Berita Kota Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved