Breaking News:

Berita Flores Timur

Berhasil Turunkan Stunting, Kepala Puskesmas Waiwadan Flotim Raih Reward

Kepala Puskesmas Wawadan, Kecamatan Adonara Barat, Nikolaus Narek Kopong mendapat reward dari dinas kesehatan provinsi NTT karena dinilai berhasil men

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Kepala Puskesmas Waiwadan, Nikolaus Narek Kopong 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM,ADONARA- Kepala Puskesmas Wawadan, Kecamatan Adonara Barat, Nikolaus Narek Kopong mendapat reward dari dinas kesehatan provinsi NTT karena dinilai berhasil menurunkan angka stunting di wilayah itu. 

Nikolaus yang dikonfirmasi wartawan, Rabu 13 Oktober 2021 mengaku bangga mendapatkan reward itu. Meski demikian, ia terus berupaya hingga wilayah kerjanya benar-benar bebas stunting.

"Satu-satunya Puskemas yang terima reward adalah Puskesmas Waiwadan. Ini merupakan kebanggaan. Tapi juga menjadi motivasi untuk kami terus bekerja agar generasi kita bebas stunting," ujarnya.

Ia mengatakan, di tahun 2018, Kecamatan Adonara Barat menempati angka stunting tertinggi di Flores Timur dengan data stunting pada posisi 54,37%.

Baca juga: Info Sport : Berkah PON XX Papua, Mama Yustina Raup Rp 30 Juta dari Penjulan Noken dan Aksesoris 

Dengan angka yang cukup signifikan itu, kata dia, Puskesmas bekerjasama dengan lintas sektor seperti kepala desa, kader kesehatan dan tenaga kesehatan desa berupaya menekan angka stunting.

Menurut dia, salah satu penyebab angka stunting yang cukup besar di Kecamatan Adonara Barat adalah penyakit kecacingan. 

"Kita lakukan kegiatan-kegiatan seperti PMT khusus stunting selama 90 hari, pemeriksaan cacing khusus untuk anak-anak stunting, kegiatan lomba bayi balita sehat, dan survey peran ayah yang terus dilakukan," katanya. 

"Untuk PMT, khusus makanan lokal shorgum dan kelor," tambahnya.

Upaya itu pun sedikit mulai berhasil karena pada tahun 2019, presentase angka stunting d Kecamatan Adonara Barat turun menjadi 37,53 %.

Di tahun 2020, angka tersebut terus menurun menjadi 26,35 %. Pada tahun 2021 di bulan Agustus, angka stunting kembali turun menjadi 21,35 %.

"Total balita yang ada di kecamatan Adonara Barat di bulan Agustus 2021 sebanyak 1030. Dengan angka stunting masih 215 orang dengan presentasi 21,35%. Kita akan terus bekerja sampai Adonara Barat bebas dari stunting," tutupnya. (*)

Berita Flores TImur Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved