Breaking News:

Berita Sumba Barat Daya

Wabup Christian Taka  Dorong Pembentukan MPIG Percepat Legalitas Tenun Ikat SBD

tidak ada lagi pihak lain dapat mengklaimnya. Namun bila hal itu dibiarkan maka dapat saja orang luar dapat mengklaimnya

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IPem didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan SBD, Drs.Mikael Lende Dake, Pejabat Yang Mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi NTT dan nara sumber adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT, Marciana Dominika Jone ketika membuka kegiatan sosialisasi pembentukan MPIG tenun ikat tradisional di aula kantor bupati SBD, Selasa 12 Oktober 2021 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA--Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.IPem menyatakan pemerintah siap memfasilitasi pembentukan masyarakat perlindungan indikasi geografis (MPIG) tenun tradisional Sumba Barat Daya.

Dengan pembentukan MPIG itu dapat mempercepat proses pendaftaran ragam motif tenun ikat tradisional SBD ke Kementerian Hukum dan HAM sehingga tenun ikat tradisional SBD memiliki legalitas sebagai hak intelektual karya masyarakat Sumba Barat Daya.

Tanpa hal itu dapat saja karya tenun ikat SBD dijiplak pihak lain dan mengklaimnya sebagai hasil karyanya.

Karena itu, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan SBD segera memfasilitas pembentukan MPIG sehingga mempercepat proses pendaftaran kekayaan intelektual tenun ikat SBD.

Baca juga: Bupati Sumba Barat Daya Cek Kesigapan Tim Satgas Covid-19 Awasi Prokes Tiap Hari

Demikian sambutan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.IPem ketika membuka kegiatan sosialisasi   pembentukan Masyarakat Pelindung Indikasi Geografis (MPIG) tenun tradisional yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi NTT bekerjasama dengan Dinas Koperasi, perindustrian dan Perdagangan Sumba Barat Daya.

Kegiatan sosialisasi yang menghadirkan nara sumber adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham NTT,  Marciana Dominika Jone yang berlangsung di aula Kantor Bupati Sumba Barat Daya, Selasa 12 Oktober 2021.

Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.IPem mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dapat memberikan pemahaman dan gambaran jelas betapa pentingnya legalitas tenun ikat tradisional Sumba Barat Daya.

Dengan demikian, tidak ada lagi pihak lain dapat mengklaimnya. Namun bila hal itu dibiarkan maka dapat saja orang luar dapat mengklaimnya.

Dalam kesempatan itu Wakil Bupati SBD menyampaikan terima kasih banyak kepada pemerintah Propinsi NTT yang mau menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi rakyat daerah ini.

Baca juga: Bupati Sumba Barat Daya Cek Kesigapan Tim Satgas Covid-19 Awasi Prokes Tiap Hari

Wakil Bupati SBD  menambahkan tenun ikat SBD memiliki ragam motif karya intelektual masyarakat SBD. Setiap helaian tenun yang dikreasikan, tersirat berbagai pesan dan sejarah budaya  leluhur.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT, Marciana Dominika Jone dalam pemaparan materi tentang perlindungan indikasi geografis tenun tradisional mengatakan
sosialisasi pembentukan masyarakat perlindungan indikasi geografis tenun ikat tradisional bertujuan untuk memberikan pemahaman pentingnya legalitas tenun tradisional NTT umumnya dan  tenun ikat Sumba Barat Daya khususnya.

Sebab saat ini marak terjadi  penjiplakan karya tenunan NTT oleh pihak luar  dan mengklaim sebagai karya intelektualnya.

Karenanya berharap pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan SBD  memfasilitasi pembentukan MPIG tenun tradisional  Sumba Barat Daya untuk memproses pendaftaran tenun ikat SBD agar  memiliki legalitas yang diakui  masyarakat nasional maupun masyarakat dunia. Dengan demikian dapat mencegah para pihak tertentu yang berniat mengklaimnya.(*)

Berita Sumba Barat Daya Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved