Breaking News:

Berita TTU

Save The Children Gandeng Pemda TTU Gelar Focus Group Discussion 

minum tablet tambah darah pada ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu, dan perilaku sehat lainya.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Pose Sekda TTU saat membuka Kegiatan FGD. Kamis, 7 Oktober 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU--Save The Children menggandeng pemerintah daerah Kabupaten TTU menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terarah tentang strategi komunikasi perubahan perilaku percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kegiatan yang digelar pada, Kamis, 7 Oktober 2021 ini dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten TTU Fransiskus Fay, S.Pt., M. Si

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan TTU, Thomas Laka., S.Km., M.Si, dan pihak Yayasan Sayangi Tunas Cilik selaku mitra Save the Children. 

Bupati Timor Tengah Utara , Drs. Juandi David dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pj Sekda Kabupaten TTU, Fransiskus Bait Fay, S.Pt., M.Si, menjelaskan, strategi komunikasi perubahan perilaku dinilai penting menjadi alternatif percepatan penurunan stunting.

Dia berharap, semua pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut terlibat aktif dalam diskusi untuk melahirkan ide-ide serta langkah-langkah strategis demi mewujudkan generasi muda TTU yang sehat, cerdas dan berkarakter.

Baca juga: Tim Buser Polres TTU Bekuk Pelaku yang Diduga Begal Barang Sensitif Perempuan

"Diharapkan dapat secara aktif berdiskusi guna menghasilkan langkah-langkah strategis yang terukur dan inklusif sehingga dapat mewujudkan anak-anak TTU yang sehat, cerdas, dan berkarakter,"ujar Fransiskus.

Fransiskus menerangkan, stunting akibat kekurangan gizi yang terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan (HKP) tidak hanya menyebabkan hambatan pada pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.

Tetapi juga mengancam perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak serta risiko terjadinya gangguan metabolik hingga risiko terjadinya penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, hiperkolesterol dan hipertensi di usia dewasa. 

Ia menambahkan, strategi komunikasi perubahan perilaku, merupakan salah satu strategi jangka panjang yang perlu direalisasikan dalam upaya menurunkan angka stunting.

Perilaku kunci menekan angka stunting, ucap Fransiskus, meliputi; kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, tidak buang air besar sembarangan, pola hidup bersih dan sehat, minum tablet tambah darah pada ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu, dan perilaku sehat lainya.

Baca juga: Dugaan Penggelapan Honor & Kriminalisasi Terjadi pada Seorang PTT TTU, Bupati : Sudah Cari Solusinya

Demi mempercepat penanganan stunting, ia meminta pemerintah desa untuk berkontribusi nyata dalam penanggulangan stunting dengan menggunakan dana desa.

Pasalnya, secara regulatif hal itu dimungkinkan. Selain itu, dengan sumber daya manusia yang memadai, pihaknya dapat membantu mengatasi persoalan stunting di Kabupaten TTU.

"Persoalannya bagaimana optimalkan dan bersinergi berbagai sumber daya yang ada," tutupnya. (*)

Berita TTU Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved