Breaking News:

Berita Pemprov NTT

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT : Total Guru SMA / SMK, SLB, 5930 Sudah Tersertifikasi

sebanyak 312 dengan rincian SMK negeri sebanyak 158 sekolah dan swasta 154, SLB sebanyak 40 dengan rincian SLB negeri

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kepala Dinas P dan K NTT, Linus Lusi dalam kunjungan ke sekolah - sekolah di NTT.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Jumlah tenaga guru SMA/SMK, SLB di Nusa Tenggara Timur (NTT) per 30 September 2021 berdasarkan data dapodik adalah sebanyak 22.837 orang dengan rincian guru SMA sebanyak 14.511, SMK sebanyak 7.636 dan SLB sebanyak 690. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi mengatakan, dari total guru yang ada, 5930 guru sudah tersertifikasi.

"Untuk yang belum disertifikasi, kita terus dorong mereka karena sistem sertifikasi sekarang kan sudah berubah mereka tes dulu lulu baru PPG, kemudian baru lanjutan - lanjutan dan kelulusan itu sangat ditentukan oleh diri sendiri. Kita mendorong mereka sehingga ada ruang itu mereka harus memilih dan harus gol itu yang kita harapkan," kata Linus, Selasa, 05 Oktober 2021.

Sementara total guru ASN untuk tingkat SMA/SMK dan SLB adalah sebanyak 7996 orang per bulan Oktober 2021 dan sisa dari total guru semuanya non ASN.

Baca juga: Pemprov NTT Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Susanti dan Angga Silitonga

Terkait persebaran guru di sekolah di NTT, Linus mengakui, memang ada guru - guru tertentu tertumpuk di perkotaan tetapi pihaknya sedang melakukan pemetaan kembali sehingga guru - guru yang tertumpuk tersebut bisa didistribusikan ke kabupaten/ kota terdekat. 

"Tetapi suami isteri harus satu tempat prinsipnya, sehingga di kota-kota lebih banyak ibu - ibu karena mengikuti suami. Tapi kita distribusi ke Kabupaten Kupang yang unit sekolah barunya banyak," ujarnya. 

Selain ada yang disebarluaskan, ada juga yang lagi di tarik kembali karena tahun ajaran baru dengan penentuan jam mengajar sehingga seluruh siswa di sekolah tidak ada yang terabaikan karena menyangkut jam mengajar, guru yang tersertifikasi harus 24 jam mengajar. Jika kurang harus mencari sekolah lain untuk memenuhi waktunya.

Terkait guru ASN di sekolah swasta, Linus menjelaskan, untuk wewenang Pemprov guru - guru ASN tetap bekerja di sekolah swasta kecuali guru sendiri meminta untuk penyegaran. 

Baca juga: Pemprov NTT Lempar Kelor ke Pasar Internasional

"Tapi kita tidak ada niat apapun untuk menarik mereka dari sekolah - sekolah swasta itu menjadi sebuah kebijakan pemerintah terhadap sekolah - sekolah swasta," kata Linus. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved