Breaking News:

Berita Kota Kupang

Divonis Dokter Bertahan Hidup Tiga Hari, ODHA di Kupang Dirikan LSM Perjuangan Dampingi ODHA

ODHA bisa bertahan hidup jika mereka ditangani secara baik dan tidak menjadikan ODHA sebagai aib.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Welhelmus Eduardus Lisnahan, Ketua Yayasan Perjuangan sekaligus Pengurus "Rumah Singgah" Oepura. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Nasib seseorang tidak ada yang bisa menentukan. Hidup dan mati bagi manusia adalah rencana Tuhan.

Welhelmus Eduardus Lisnahan alias Emu (48) merupakan salah satu Orang Dengan HIV/Aids (ODHA) yang masih bertahan hidup hingga saat ini.

Awalnya pada tahun 2010 lalu, saat menderita HIV dan dirawat dua pekan di rumah sakit, Emu divonis dokter hanya bisa bertahan hidup 3 hari.

Dua pekan ia berjuang melawan virus tersebut. 

Dukungan dari istri dan anak sulungnya menjadikan ayah tiga anak ini bisa melewati masa kritis dan bisa bertahan hidup hingga saat ini walaupun harus mengkonsumsi obat seumur hidup.

Pengalaman menjadi ODHA menjadikannya motivasi untuk menjadi konselor dan motivator bagi para ODHA yang lain.

Baca juga: Data Terbaru, 80,09 Persen Warga di Kota Kupang Telah Terima Vaksin Dosis I

Ditemui di kediamannya di RT 07/RW 03, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Emu yang saat ini aktif sebagai Relawan penanggulangan bencana alam (Tagana) NTT ini mengaku kalau kehidupan bebas yang dijalani menjadikan nya menderita HIV/Aids.

Saat menikah pada tahun 1996 lalu, ia masih sehat walafiat hingga memiliki tiga orang anak. Namun karena kehidupan yang kurang terkontrol maka ia pun terkena virus HIV. 

"Saat masuk rumah sakit, bukan saja menderita HIV namun ada pula penyakit lain yakni TB Paru," Kata Emu, Ketua Yayasan Perjuangan ini.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved