Breaking News:

Berita Belu

Pemerintah Desa Intervensi Stunting Lewat Pemberian Makanan Tambahan

pemberian makanan tambahan ini diperuntukan bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kepala Desa Leosama, Arkadeus Moruk 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA--Pemerintah Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu mengintervensi masalah stunting lewat program pemberian makanan tambahan (PMT). 

Sasaran program ini adalah ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita. Setiap tahun pemerintah mengalokasikan anggaran untuk program PMT dengan nilai bervariasi. 

Hal ini disampaikan Kepala Desa, Fatuketi Markus Y. Taus saat dikonfirmasi Pos Kupang. Com, Selasa 12 Oktober 2021.

Menurut Markus, upaya pemerintah desa untuk menekan stunting adalah lewat program pemberian makanan tambahan.

Selain itu, masyarakat diminta untuk menjaga asupan gizi keluarga dengan cara menanam sayur, beternak ayam. 

Baca juga: Wabup Belu Apresiasi ASN Makin Menjaga Sikap Kedisiplinan

Kata Markus, sebelum COVID-19 melanda negeri ini, pemerintah desa mengalokasikan anggaran hingga ratusan juta namun karena covid-19 anggaran dikurangi tapi wajib dialokasikan setiap tahun. 

Jumlah anggaran bergantung pada perencanaan lama waktu pemberian makanan. Bila pemberian makanan tambahan dilakukan selama enam bulan maka anggaran bisa mencapai puluhan juta.

Sesuai data Desa Fatuketi tahun lalu, angka stunting sekitar 30-an orang dan saat ini mulai berkurang. 

Kepala Desa Leosama, Arkadeus Moruk saat ditanya Pos Kupang. Com menjelaskan, setiap tahun pemerintah mengintervensi masalah stunting lewat program pemberian makanan tambahan. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved