Breaking News:

Berita Sumba Timur

Kodim 1601 Sumtim Mulai Salurkan Bantuan Tunai PKL dan Warung

pelaksanaan penyaluran bantuan tunai "Bhakti Mu Untuk Negeri, Penyaluran BTPKLW" berlangsung tertib.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Warga saat penyaluran Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi Waingapu Sumba Timur, Senin 11 Oktober 2021 pagi.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Komando Distrik Militer (Kodim) 1601 Sumba Timur mulai menyalurkan bantuan Tunai PKL dan Warung atau BTPKLW bagi warga di kabupaten itu. 

Penyaluran bantuan dari Presiden Jokowi tersebut mulai dilaksanakan pada Senin 11 Oktober 2021 pagi. Penyaluran bantuan tunai senilai Rp 1,2 juta per orang itu dipusatkan di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Kota Waingapu

Komandan Kodim (Dandim) 1601/Sumba Timur, Letkol Czi Dwi Joko Siswanto mengatakan bantuan presiden itu diperuntukkan warga yang merupakan pedagang kaki lima atau PKL dan pemilik warung. Utamanya, lanjut dia, bantuan diberikan bagi pedagang yang belum tercover bantuan sosial program pemerintah seperti BLT atau PKH. 

Bantuan tersebut diberikan kepada warga khususnya di daerah yang menerapkan PPKM Level 4 sesuai dengan 

sesuai dengan Inmendagri 27/2021 dan Inmendagri 28/2021. Untuk wilayah Provinsi NTT, selain di Kabupaten Sumba Timur, bantuan juga diberikan kepada pedagang kaki lima dan pengusaha warung di Kota Kupang dan Kabupaten Sikka

Baca juga: Tak Ada Tambahan Kasus Baru Hari Ini, Satu Kecamatan di Sumba Timur Zona Orange 

"Setiap pedagang yang terdaftar akan menerima uang tunai sebesar Rp 1,2 juta. Pemerintah berharap agar bantuan tunai itu dapat digunakan untuk mendukung usaha mereka selama menghadapi pandemi," ujar Letkol Dwi Joko Siswanto saat memantau pelaksanaan penyaluran, Senin 11 Oktober 2021 pagi. 

Data penerima manfaat bantuan tunai itu, kata dia, tidak menggunakan data dari pemerintah daerah maupun data kementerian sosial. Pihaknya melakukan pendataan calon penerima bantuan sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat dengan sistem door to door. 

"Kita input data mereka, tidak gunakan data Dinas. Jadi para Babinsa lakukan pendataan door to door untuk mencari calon sesuai kriteria dan persyaratan sehingga terverifikasi dan tidak ada pendobelan," ujar perwira dengan dua melati di pundak itu. 

Selain melakukan pendataan langsung di lapangan, pihak Kodim 1601/Sumba Timur juga melakukan verifikasi dan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sumba Timur. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada pendobelan bantuan calon penerima manfaat. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved