Breaking News:

Berita TTU

Dugaan Penggelapan Honor & Kriminalisasi Terjadi pada Seorang PTT TTU, Bupati : Sudah Cari Solusinya

Aloysius juga diperintahkan oleh Camat Mutis untuk melamar sebagai penjaga malam (bukan lagi sebagai sopir)

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
 POS-KUPANG.COM/Dokumentasi Lakmas CW NTT
Pose Aloysius Abi saat mengadukan persoalan yang dialaminya kepada Bupati TTU. Senin, 11 Oktober 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU- Dugaan Penggelapan Honorarium, PHK dan kriminalisasi terjadi pada seorang Pegawai Tidak Tetap pada Pemerintah Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada Kecamatan Mutis, bernama Aloysius Abi ini diduga tidak diberi honor sesuai SK yang ditandatangani mantan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandez. 

Tidak hanya itu, Aloysius juga dan diPHK oleh Pemerintah Daerah melalui surat yang ditandatangani oleh Bupati Timor Tengah Utara, Drs. Juandi David, pada 20 September 2021.

Hal ini disampaikan Aloysius Abi sebagaimana yang tertulis dalam surat pengaduan kepada Direktur Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) Cendana Wangi (CW) Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Manbait yang dikirim kepada POS-KUPANG.COM, Senin, 11 Oktober

Baca juga: Dua Anggota Polres TTU Diberhentikan Tidak dengan Hormat

2021.

Dikatakan Aloysius, kronologi kejadian yang menimpa PTT bernama Aloysius Abi ini bermula ketika, pada Bulan September 2020 lalu, dirinya diminta oleh Penjabat Camat Kecamatan Mutis, Gregorius kono.Sip untuk menjadi Pengemudi pada pemerintahan Kecamatan Mutis Kabupaten TTU.

"Dan minta saya untuk mengajukan lamaran dengan kelengkapan persyaratan Sebagai Pegawai Tidak Tetap," pungkasnya.

Pada Bulan November 2020, Aloysius Abi  yang telah memasukan lamaran dan persyaratan administrasi sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT), mengikuti seleksi wawancara yang dilakukan oleh tim penguji dari pemerintah Kabupaten TTU dengan ketua timnya saat itu kepala bagian hukum Setda TTU, bernama  Budi.

Sebagai pengemudi pada pemerintah Kecamatan Mutis yang bekerja mulai september 2020 sampai desember 2020, Aloysius menerima honor perbulannya Rp.1.000.000 (satu juta rupiah).

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved