Breaking News:

Berita Lembata

Dua Oknum Anggota Polres Lembata Diberhentikan Karena Langgar Disiplin dan Kode Etik

Asas kepastian menitikberatkan adanya kepastian kepada anggota yang melakukan pelanggaran sehingga menjadi jelas statusnya.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Humas Polres Lembata
Dua anggota Polisi di Kepolisian Resort Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa diberhentikan dengan tidak hormat karena melanggar Disiplin dan Kode Etik. Kedua personil Polri yang dipecat dengan tidak hormat itu adalah Aipda Syafrudin Ali NRP 66040370 dan Brigpol Petrus Kanisius Ujan NRP 82090252. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA--Dua anggota Polisi di Kepolisian Resort Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa diberhentikan dengan tidak hormat karena melanggar Disiplin dan Kode Etik. Kedua personil Polri yang dipecat dengan tidak hormat itu adalah Aipda Syafrudin Ali NRP 66040370 dan Brigpol Petrus Kanisius Ujan NRP 82090252.

Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marthen mengatakan, kedua anggotanya diberhentikan karena terbukti melanggar kode etik dan norma Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

"Keduanya telah melanggar kode etik profesi Polri yaitu tidak menjalankan tugas atau tidak masuk kantor lebih dari 30 hari berturut-turut,” kata Yoce Marthen.

Menurutnya, keputusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kedua anggota Polisi itu berdasarkan Surat Keputusan Kapolda NTT Nomor: KEP/393/IX/2021/Tanggal 8 September 2021.

Menindaklanjuti hal itu, Kapolres Yoce Marten menggelar upacara PTDH di halaman depan Polres Lembata pada Senin, 11 Oktober 2021 pagi.

Baca juga: Kesbangpol Lembata : Semua Orang Punya Hak Berikan Pendidikan Politik yang Beretika

Dia menyebut, keputusan PTDH merupakan bentuk tindakan tegas kepada anggota Polri yang terbukti melanggar norma etika dan disiplin Polri.

Keputusan PTDH tersebut kata dia,  dilakukan berdasarkan mekanisme dan melalui proses yang panjang, serta sesuai dengan prosedur hukum.

"Sesuai prosedur hukum yang akuntabel dan selaras dengan hasil sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEPP) berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor : 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menuturkan, putusan PTDH terhadap anggota Polres Lembata juga telah ditinjau dari beberapa aspek yakni, asas kepastian dan asas keadilan.

Asas kepastian menitikberatkan adanya kepastian kepada anggota yang melakukan pelanggaran sehingga menjadi jelas statusnya.

Sementara asas keadilan bagi dia yakni Polri harus berkomitmen mewujudkan keadilan terhadap oknum anggotanya yang terbukti melanggar norma etika dan disiplin dengan memberikan punishment atau hukuman.

Baca juga: Taman Daun Ingin Buka Kelas Bahasa Inggris di Seluruh Lembata

Sebaliknya terhadap anggota yang berprestasi harus diberikan reward/penghargaan sesuai prestasi yang dicapainya. 

Terhadap ini, Kapolres Yoce Marthen menegaskan agar anggota Polri harus melaksanakan Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman hidup dan pedoman kerja. (*)

Berita Lembata Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved