Breaking News:

Berita NTT

Transportasi ke Daerah di NTT Jadi Kendala Distirbusi Obat Bagi ODHA

Distribusi obat-obatan bagi orang dengan HIV/Aids ( ODHA) di NTT terkendala transportasi

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Adi Lamory, Pengelola Program Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) NTT 

Geografis NTT dengan wilayah kepulauan, dikatakan menjadi tantangan yang dihadapi KPAD dan dinas kesehatan dalam pendistribusian obat bagi ODHA. Akses pengiriman obat juga harus mengantre yang disesuaikan dengan jadwal kapal laut.

Untuk data perkembangan HIV/Aids di NTT, saat ini berjumlah 259 orang. Jumlah ini periode Januari hingga Juli 2021 dengan kategori HIV 169 orang dan Aids 90 orang.

Pada tahun 2017 jumlah HIV sebanyak 2.620 orang dan Aids 2910 orang. Tahun 2018 HIV 330 orang dan Aids 331 orang. Tahun 2019 HIV 387 orang dan Aids 313 orang. Tahun 2020 HIV 393 orang dan Aids 122 orang.

Sebaran menurut wilayah, disebutkan sebagai berikut;
1. Kota Kupang, HIV 64 orang dan Aids 8 orang.
2. Kabupaten Kupang, HIV dan aids 0 kasus.
3. Timor Tengah Selatan, HIV dan aids masing-masing 5 kasus.
4. Timor Tengah Utara, HIV 8 kasus dan Aids 1 kasus.
5. Belu, HIV 15 kasus dan Aids 18 kasus.
6. Malaka, nihil kasus
7. Alor, nihil kasus
8. Lembata, HIV 3 kasus dan Aids 9 kasus.
9. Flores Timur, HIV 4 kasus dan Aids 8 kasus.
10. Sikka, HIV 4 kasus dan Aids 14 kasus
11. Ende, HIV 13 kasus dan Aids 1 kasus.
12. Nagekeo nihil kasus.
13. Ngada, HIV 7 kasus dan Aids 2 kasus.
14. Manggarai Timur, nihil kasus.
15. Sumba Timur, HIV 11 kasus dan Aids 5 kasus.
16. Sumba Tengah, nihil kasus.
17. Sumba Barat, HIV 7 kasus dan Aids 3 kasus.
18. Sumba Barat Daya, HIV 5 kasus dan Aids 10 kasus.
19. Rote Ndao, HIV 4 kasus dan Aids 0 kasus.
20. Sabu Raijua, nihil kasus.
21. Manggarai Barat, HIV 3 dan Aids 6 kasus.
22. Manggarai, HIV 16 kasus dan Aids 0 kasus.

Perbandingan ODHA berdasarkan jenis kelamin, pada tahun 2020 tercatata jumlah ODHA jenis kelamin perempuan sebanyak 44 persen dan laki-laki 56 persen. Sementara di tahun 2021, perempuan 44 persen dan laki-laki 56 persen.

Selain kesulitan pada obat, Adi juga mengaku hampir semua kabupaten di NTT belum memiliki pendamping ODHA. Di NTT sendiri baru ada dua daerah yang memiliki pendamping ODHA dari LSM. Dua darah itu yakni Kota Kupang dan Kabupaten Belu.

Untuk itu, pihaknya terus memperkuat jaringan dengan LSM agar bisa membantu melakukan pendampingan ODHA, termaksud saat ODHA hendak mengambil obat. (*)

Baca Berita NTT Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved