Breaking News:

Berita NTT

Transportasi ke Daerah di NTT Jadi Kendala Distirbusi Obat Bagi ODHA

Distribusi obat-obatan bagi orang dengan HIV/Aids ( ODHA) di NTT terkendala transportasi

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Adi Lamory, Pengelola Program Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) NTT 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Distribusi obat-obatan bagi orang dengan HIV/Aids ( ODHA) di NTT terkendala transportasi. Kondisi ini terjadi sejak masa pandemi menyebar di Indonesia, khususnya NTT dua tahun lalu. Akibatnya, perlu percepatan dan koordinasi yang cepat dari semua pihak untuk mengatasi masalah itu.

Adi Lamory, Pengelola Program Komisi Penanggulangan Aids Daerah ( KPAD) NTT, menyebut, distribusi obat dan ketersediaan obat mengalami kendala keterbatasan akses transportasi, terutama penerbangan, sehingga ada daerah yang terpaksa harus menunda pengiriman obat ODHA.

"Seperti Lembata, pada masa saat Pandemi itu kita punya masalah ada disitu. Pasokan logistik khususnya obat menjadi kendala," katanya, Senin 11 Oktober 2021.

KPAD dan dinas kesehatan provinsi, menurutnya berupaya melakukan komunikasi ke tempat pengiriman barang untuk meminta kemudahan dan percepatan pengiriman obat bagi ODHA di daerah.

Baca juga: Pendampingan ODHA di Belu dengan Teknik Psikodrama

Pihaknya berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk tetap memastikan obat dan alat tes harus diberangkatkan jika didaerah persediaan obat-obatan berkurang.

Adi menyampaikan, bila ada kekurangan obat yang secara mendesak, pihaknya akan berkoordinasi terus dengan dinas kesehatan dan KPAD di kabupaten/kota untuk melakukan sistem pinjam obat di rumah sakit terdekat.

"Misalnya Lembata kosong, kita pinjam ke Flores Timur. Ataupun Sikka kosong karena jumlah ODHA disana banyak, kita pinjam di Flores Timur," ujarnya.

ODHA yang tidak bisa menjangkau obat di rumah sakit atau layanan kesehatan terdekat, KPAD sendiri tetap berusaha untuk melakukan komunikasi intens dengan dinas kesehatan agar diberi kemudahan dalam akses obat.

Baca juga: Ndona Ende 12 ODHA, Benediktus Imbau Warga Hindari Pergaulan Bebas Batasi ke Tempat Hiburan Malam

Dia menegaskan, ODHA tidak diperbolehkan untuk terlambat atau kekurangan obat sehari pun. Sesama ODHA, kata Adi, juga bisa melakukan pinjam obat jika daerah tersebut tidak terjadi kekosongan obat.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved