Breaking News:

Berita Nasional

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kini Diizinkan Didanai APBN, Sosok Ini Kritik Presiden Jokowi

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kini Diizinkan  Didanai APBN, Sosok Ini Kritik Presiden Jokowi

Editor: Gordy Donofan
Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi 

Sesuai dengan janji Jokowi dahulu, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung memang dilarang menggunakan uang APBN yang diatur dalam Perpres 107 Tahun 2015. 

Dalam regulasi lawas itu, pendanaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung hanya boleh bersumber dari penerbitan obligasi oleh konsorsium BUMN atau perusahaan patungan.

Lalu opsi lainnya dari pinjaman konsorsium BUMN atau perusahaan patungan dari lembaga keuangan, termasuk lembaga keuangan luar negeri atau multilateral, dan pendanaan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam aturan lama, yakni Pasal 4 Perpres 107 Tahun 2015 berbunyi demikian:

"(2) Pelaksanaan penugasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta tidak mendapatkan jaminan Pemerintah," demikian bunyi Ayat 2 Pasal 4 Perpres No 107 tahun 2015.

Sementara dalam aturan yang baru, penggunaan duit APBN kini sudah diperbolehkan melalui revisi terbaru yakni Perpres Nomor 93 Tahun 2021, berikut bunyi Pasal 4 terbaru:

Pasal 4

(1) Pendanaan dalam rangka pelaksanaan penugasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 bersumber dari:

a. penerbitan obligasi oleh konsorsium badan usaha milik negara atau perusahaan patungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (3);

b. pinjaman konsorsium badan usaha milik negara atau perusahaan patungan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat (3) dari lembaga keuangan, termasuk lembaga keuangan luar negeri atau multilateral; dan/atau

c. pendanaan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

(2) Pendanaan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat berupa pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam rangka menjaga keberlanjutan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dengan memperhatikan kapasitas dan kesinambungan fiskal.

(3) Pembiayaan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara dan Belanja Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa:

a. penyertaan modal negara kepada pimpinan konsorsium badan usaha milik negara; dan/atau

b. penjaminan kewajiban pimpinan konsorsium badan usaha milik negara.

BERITA LAINNYA:

 Sebanyak 300 pedagang di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, mendapat bantuan saat Presiden Joko Widodo datang berkunjung.

Ketua Koperasi Tri Dharma Malioboro, Rudiarto, pedagang yang diberi bantuan sudah terverifikasi.

"300an yang sudah verifikasi berhak mendapatkan bantuan, ini tidak hanya Tri Dharma saja tetapi seluruh komunitas," kata Rudiarto ditemui di Malioboro, Sabtu (9/10/2021).

Verifikasi dilakukan untuk memastikan 300 pedagang ini adalah mereka yang sebelumnya belum pernah mendapat bantuan.

"Verifikasi dilakukan oleh TNI dan Polri ada ketentuannya seperti yang sudah mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) tidak dapat lagi. Tapi kalau belum dapat rencananya semuanya dapat," kata dia.

Bantuan sebesar Rp 1.200.000 ini diberikan satu kali.

Menurut Rudiarto, bantuan ini sudah dinanti oleh para pedagang sejak terdampak pandemi Covid-19.

"Terima kasih selama ini ditunggu bantuan, terealisasikan momen yang baik," kata dia.

Kunjungan Jokowi ke Malioboro pada Sabtu (9/10/2021) dianggap Rudiarto sekaligus membuka kesempatan Malioboro untuk bangkit kembali.

"Kunjungan beliau membuka wisata Malioboro, komunitas semua sudah vaksin tetap jaga prokes. Pengunjung silakan datang tetap prokes ketat kita hati-hati," kata dia.

Sebagai informasi, ada sekitar 2.000 pedagang kaki lima di Jalan Malioboro, sedangkan anggota Koperasi Tri Dharma ada lebih dari 900 orang.

BERITA LAINNYA:

Kegiatan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus berlanjut setiap hari. Sampai ada netizen yang komen, "Nggak capek ya Pak?"

Hari ini Jumat 8 Oktober 2021, Jokowi didampingi Ibu Iriana Jokowi berkunjung ke Bali.

Sebagaimana diunggah Instagram @jokowi, Jokowi bersama Ibu Negara berkunjung ke Bali untuk menghadiri kegiatan penanaman mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, bertemu para pimpinan daerah, dan meninjau sejumlah lokasi Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang akan digelar di Bali tahun depan (2022).

Untuk diketahui, kunjungan Presiden Jokowi ke daerah-daerah belakangan tidak hanya untuk meninjau vaksinasi Covid-19 door to door, tetapi juga menanam bakau bersama masyarakat.

Paling tidak hal itu mulai dilakukan Jokowi saat berkunjung ke Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, Kamis 23 September 2021.

Hal itu terlihat dalam foto yang diunggah akun instagram @jokowi, di mana sang Presiden sedang membungkuk di sebuah lahan. Di hadapannya berdiri sebatang pohon anakan mangrove atau anakan bakau.

"Bersama warga, saya ikut menanam pohon mangrove di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, siang ini," tulis Jokowi di akun instagram @jokowi, 23 September 2021.

Di belakang Jokowi juga tampak banyak orang ramai-ramai ikut menanam. Dari pakaian yang mereka kenakan, mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan.

"Presiden kebanggaan ku, yg sllu merakyat dekat dengan rakyat dan peduli rakyat," komen devihudrie.

Di foto berikutnya, Jokowi menjelaskan bahwa kegiatan menanam pohon mangrove itu dilakukannya bersama masyarakat di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklgi, Kabupaten Cilacap.

"Saya juga menyaksikan melalui konferensi video kegiatan yang sama di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Papua Barat, dan Papua," tulis Jokowi.

Selanjutnya dia menjelaskan mengapa menanam mangrove ini penting.

Menurut Presiden, pohon-pohon mangrove dapat mengurangi energi gelombang, melindungi pantai dari abrasi, menghambat intrusi air, memperbaiki lingkungan pesisir, juga memperbaiki habitat di daerah pantai.

"Dampaknya, pada akhirnya, juga pada peningkatan produksi ikan dan hasil laut lainnya, terutama kepiting," tulis Jokowi.

Dia mengatakan, rehabilitasi mangrove akan terus kita lakukan, baik oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove maupun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan target pada 34.000 hektare luasan di seluruh wilayah Indonesia pada tahun ini, dan 600.000 hektare sepanjang 2021-2024.

Hari ini Selasa 28 September 2021, akun instagram @jokowi kembali menampilkan foto Presiden Jokowi sedang menanam anakan mangrove bersama warga.

"Saya ikut menanam pohon-pohon mangrove bersama anak-anak dan warga Bengkalis, Riau di Pantai Wisata Raja Kecik hari ini. Lahan yang ditanami seluas tujuh hektare," tulis @jokowi.

Jokowi tampak dengan telapak kaki telanjang menginjak langsung di tanah berlumpur warna hitam, kontras dengan jaket merah yang dikenakannya.

Dari ekspresinya, Jokowi sedang berbincang dengan seorang bocah berbadan subur disaksikan warga lainnya yang turut menanam anakan bakau.

Jokowi kembali mengingatkan bahwa rehabilitasi mangrove ini akan terus dilakukan tidak hanya di Kabupaten Bengkalis, tetapi di seluruh Tanah Air.

"Tahun 2021 ini kita akan melakukan rehabilitasi mangrove di seluruh Indonesia sebanyak 34.000 hektare," tulisnya lagi.

Menurut Jokowi, hutan mangrove dapat menyimpan karbon 4-5 kali lipat lebih banyak dari hutan tropis daratan sehingga akan berkontribusi besar pada penyerapan emisi karbon. Kegiatan ini meneguhkan komitmen kita terhadap perubahan iklim dunia.

Ke Bali

"Selamat pagi. Hari ini saya bersama Ibu Negara berkunjung ke Bali untuk menghadiri kegiatan penanaman mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, bertemu para pimpinan daerah, dan meninjau sejumlah lokasi Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang akan digelar di Bali, tahun depan," tulis akun instagram @jokowi, Jumat 8 Agustus 2021.

Mengutip cnnindonesia.com, Jokowi telah berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 07.45 WIB. Ia menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 untuk terbang ke Badung.

"Setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Presiden Jokowi akan langsung menuju Taman Hutan Raya Ngurah Rai untuk meninjau pelaksanaan penanaman mangrove," dikutip dari keterangan tertulis Sekretariat Presiden, Jumat 8 Oktober 2021.

Usai acara itu, Jokowi bergeser ke Gedung Wisma Sabha Utama, Kompleks Kantor Gubernur Bali. Ia akan memberi pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seluruh Provinsi Bali.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan mengakhiri kunjungan kerja di Bali dengan mengecek persiapan KTT G20. Ia akan berkeliling Bali untuk melihat lokasi pertemuan 20 negara raksasa itu.

"Presiden akan meninjau sejumlah lokasi yang akan digunakan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Pada tahun 2022 mendatang, Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah pertemuan akbar tersebut," ucap Setpres.

G20 adalah forum ekonomi internasional yang terdiri dari 20 negara. Forum ini didirikan usai krisis moneter pada 1997-1998.

KTT G20 di Bali akan berlangsung pada 1 Desember 2021-30 November 2022. Akan ada 150 pertemuan pada kurun waktu itu. Sebanyak 500-5.800 delegasi diprediksi menghadiri setiap pertemuan.

Berita Nasional lainnya

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kala Jokowi Janji Kereta Cepat Tak Gunakan Duit APBN Sepeser Pun

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved