Breaking News:

Berita Sumba Timur

Perkemi MoU dengan Pertamina dan SMA Muhammadiyah Waingapu Sumba Timur

Perkemi baik yang didirikan di lembaga pendidikan maupun di  instansi lainnya termasuk instansi pemerintah, BUMN, BUMD dan instansi swasta. 

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Dok.Pribadi
Foto bersama usai penandatanganan MoU Pengkab PERKEMI Sumba Timur dengan Manager PT. (Persero) PERTAMINA Suplai dan Distribusi Region V BBM Terminal Waingapu Dedi S. Widodo. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Berbagai terobosan terus dilakukan jajaran Pengurus Kabupaten Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Pengkab Perkemi) Sumba Timur dalam mengembangkan dan mensosialisasikan olahraga beladiri asal Jepang ciptaan Kaiso Doshin So, itu. 

Selain merintis pendirian Dojo (sasana) baru di sekolah - sekolah di Sumba Timur, Perkemi juga menjalin kerjasama melalui nota kesepahaman  atau memorandum of understanding (MoU) dengan instansi pemerintah dan  Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga swasta dan BUMD. 

Ketua Umum Pengkab Perkemi Sumba Timur, Djunaidi Bin Garib mengungkapkan, dalam beberapa waktu ini, pihaknya sudah menandatangani tiga MoU yaitu dengan SMP Muhammadiyah Waingapu. 

"Pada Jumat tanggal 8 November kita kembali melakukan MoU dengan SMA Muhammadiyah Waingapu dan dilanjutkan pada Jumat tanggal 9 November MoU PERKEMI Sumba Timur dengan PT. (Persero)  PERTAMINA Waingapu," imbuhnya. 

Baca juga: Sasana Wushu di Sumba Timur Bakal Direnovasi Pengacara Rudy Kabunang

Ia menambahkan, kerjasama tertulis dalam bentuk MoU itu selain mempertegas legalitas Dojo PERKEMI juga  dimaksudkan agar adanya kesepahaman tertulis soal hak dan kewajiban antara kedua belah pihak melalui pembentukan Dojo Perkemi baik yang didirikan di lembaga pendidikan maupun di  instansi lainnya termasuk instansi pemerintah, BUMN, BUMD dan instansi swasta. 

Dikatakan, sejumlah Dojo PERKEMI yang sudah terbentuk sebelum masanya sebagai Ketua Umum Pengkab Perkemi Sumba Timur juga akan di MoU - kan sehingga keberadaan Dojo-Dojo PERKEMI yang menggunakan fasilitas lembaga lain  memiliki status  yang jelas dan resmi. 

"Perkemi adalah organisasi beladiri resmi yang didirikan pada pada tanggal 2 Februari 1966 oleh sensei Indra Kartasasmita, sensei Ginanjar Kartasasmita dan sensei Utin Sahraz. Dan sebagai organisasi beladiri resmi, ketika menjalin kerjasama dengan organisasi lain yang juga resmi seperti pembentukan Dojo PERKEMI di lembaga atau instansi tersebut maka harus  dilakukan dengan resmi dan profesional melalui MoU yang mencantumkan tentang hak dan kewajiban kedua belah pihak," paparnya. 

Jumlah Dojo Perkemi Sumba Timur saat ini, menurut Djunaidi, terus bertambah dan saat ini ditambah dua Dojo baru  yang segera dibentuk yaitu Dojo PT (Persero) PERTAMINA Waingapu dan Dojo SMA Muhammadiyah Waingapu menjadi 16 Dojo. 

Baca juga: Peringati HUT TNI, Kodim Sumba Timur Door to Door Bagi Tali Asih Untuk Warga 

Ia mengakui banyaknya permintaan resmi dan tertulis pada Pengkab PERKEMI Sumba Timur oleh instansi lain terkait pembentukan Dojo baru.

"Kita tentu akan memenuhi permintaan tersebut satu persatu yang juga harus dipatutkan dengan ketersediaan tenaga pelatih yang ada. Dan untuk ketersediaan tenaga pelatih PERKEMI sangka saya tidak masalah karena per tahun kita selalu menggelar pemantapan teknik dan ujian kenaikan tingkat (UKT) secara rutin bagi Kenshi yang diiringi dengan pendidikan dan latihan (Diklat) bagi  pelatih dan wasit PERKEMI," pungkasnya. (*) 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved