Breaking News:

PON Papua

Lucky Hanya Bisa Perunggu Cabang Tinju PON XX Papua 2021

Atlet andalan NTT, Lucky Hari hanya bisa membawa pulang medali perunggu bagi NTT

Penulis: Sipri Seko | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/SIPRI SEKO
Dalam babak semifinal yang digelar di GOR Cendrawasih, Jayapura, Papua, Senin (11/10), Lucky kalah angka dari petinju Maluku, Yulius Lumoly. 

POS-KUPANG.COM, JAYAPURA – Atlet andalan NTT, Lucky Hari hanya bisa membawa pulang medali perunggu bagi NTT. Dalam babak semifinal yang digelar di GOR Cendrawasih, Jayapura, Papua, Senin (11/10), Lucky kalah angka dari petinju Maluku, Yulius Lumoly.

Lucky tampil percaya diri dalam partai ini. Ingin mengikuti jejak tiga atlet lainnya yang sudah lolos ke final, Lucky Nampak bermain sangat hati-hati. Kedua petinju yang sama-sama memiliki jam terbang tinggi, nampak berusaha menjaga jarak. Hal ini membuat nyaris tak ada serangan yang menekan lawannya. Di ronde pertama, wasit tiga kali memperingatkan kedua petinju agar melakukan pukulan.

Ronde pertama dan ronde kedua, Lucky berhasil memenangkan perolehan poin. Namun Lucky lengah di ronde ketiga. Meski Lucky sempat membuat lawannya berdarah di pelipis sehingga dua kali harus mendapatkan perawatan, namun lawannya berhasil memenangkan pertandingan.

Lucky terlihat tak puas dengan keputusan wasit yang memenangkan lawannya. Dengan wajah muram, Lucky turun dari atas ring.

Baca juga: PON XX Papua, Sempat Berpindah Tiga Kali, Kini Venue Paralayang di Kota Jayapura Terindah di Papua

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi yang langsung menonton partai ini memberikan apresiasi kepada Lucky. Dia mengatakan, sportivititas yang ditunjukkan Lucky adalah contoh yang sangat baik.

“Lucky tampil cukup bagus. Dia menguasai pertandingan, bahkan sempat membuat lawannya berdarah. Namun apapun keputusan dari wasit, kita harus terima,” kata Nae Soi.

Dari cabang pencaksilat, pesilat NTT, Godelifa Inna gagal menyumbangkan medali di nomor tunggal putri. Dalam final yang berlangsung di GOR Toware, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (11/10) bersama lima pesilat lainnya, Godelifa hanya mampu mengumpulkan 441 poin.  

Jumlah poin ini kalah dari Jawa Timur di urutan kelima dengan 445 poin, Jawa Tengah 448 poin dan menempatkan diri di posisi keempat, Bali 449 poin di posisi ketiga, Jawa Barat 453 poin di posisi kedua. DKI menempati posisi pertama dengan mengumpulkan 456 poin. 

Dengan demikian, yang berhak mendapatkan medali di nomor tunggal ini adalah DKI Jakarta medali emas, Jawa Barat  medali perak dan Bali medali perunggu.

Baca juga: PON XX Papua. Lifter Jabar Susi Susanti Sabet Emas Angkat Berat Kelas 52 Kg, Pecahkan Rekor Asia 

Manajer Tim Pencak Silat NTT Dominggus Haga kepada VN mengatakan meski kalah, Ifa sudah mempersembahkan yang terbaik untuk NTT. 

"Atlit kami Godelifa Lali Inna tidak dapat medali. Tapi dia sudah berusaha yang terbaik. Trima kasih Tuhan, telah mengantarkan kami hingga disini. Amin," ujar Sekretaris Pengprov IPSI NTT, Dominggus Haga seusai pertandingan. (eko)

Baca Berita PON Papua Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved